Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Trayek Trans Jogja Imogiri-Malioboro Gagal Terealisasi Tahun Ini, Dishub DIY Masih Kaji Ulang Penumpang dan Kapasitas Angkut Bus

Khairul Ma'arif • Kamis, 24 April 2025 | 03:15 WIB

 

Bus Trans Jogja terparkir saat menunggu penumpang di Terminal Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (30/8). Bus modern di wilayah DIJ  diminati pelajar dan mahasiswa.
Bus Trans Jogja terparkir saat menunggu penumpang di Terminal Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (30/8). Bus modern di wilayah DIJ diminati pelajar dan mahasiswa.
 

BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul telah mengajukan tambahan trayek Trans Jogja untuk Imogiri-Bantul sejak 2024. Namun upaya tersebut masih gagal terealisasi tahun ini.

Hal ini karena trayek yang akan mengakomodasi penumpang dari Terminal Pajimatan-Terminal Imogiri-Malioboro dan sebaliknya, masih perlu kajian ulang. Khususnya oleh Dishub DIY terkait jumlah penumpang dan kapasitas angkut bus.

Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi mengatakan, pengkajian ulang terkait load factor. "Di Imogiri masih ada trayek konvensional, dishub provinsi tidak ingin bersinggungan," katanya Rabu (23/4).

 Baca Juga: UGM Buka Suara soal Laki-Laki yang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Sebut Muhammad Nastain Bukan Mahasiswa S3, Hanya Alumni Program S2

Oleh karena itu, rute trayeknya pun masih dalam pengkajian ulang. Padahal, pengajuan trayek dengan data pendukung pendukungnya telah diapaprkan kepada jajaran Dishub DIY sejak tahun lalu. "Sementara trayek Trans Jogja Imogiri-Malioboro masih nihil," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo menegaskan, belum terealisasinya trayek ini bukan berarti pengajuannya tidak diterima. Melainkan hanya belum disetujui saja. Lantaran akan dikaji ulang.

 Baca Juga: Alumnus S2 UGM Meninggal di Dalam Kamar Kos Sleman, Orang Tua di Ungaran Tidak Ada Firasat Apapun, Nastain Dikenal Sederhana, Tidak Pernah Ngeluh

Dia menilai, peninjauan ulang penting karena menunjang mobilitas sehingga menggerakan perekonomian. Apalagi trayek tersebut merupakan jalur pusat perekonomian masyarakat. "Trayek itu kan melintasi sekolah, pasar, perkantoran, dan sejumlah tempat wisata sehingga membangkitkan geliat ekonomi," tuturnya.

Toto mengungkapkan, hasil kajian konsultan Dishub DIY menilai, trayek Imogiri-Malioboro bukan rute dengan aktivitas yang ramai. Alasan tersebut menjadi pertimbangan penamban trayek tidak bisa diakomodasi. Padahal, jujukan wisata di Imogiri diyakini dapat terbantu dengan keberadaan Trans Jogja. (rul/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Trayek #Dishub Bantul #Dinas Perhubungan (Dishub) #Tambahan #trans jogja #dishub diy #Terealisasi #Bantul #kajian ulang #Mengajukan #Imogiri #Malioboro