BANTUL- Rencana pelebaran Jalan Bantul dari gapura masuk kota hingga pertigaan Cepit segera direalisasikan.
Anggaran sebesar Rp 17 miliar telah tersedia dan saat ini dalam tahap persiapan lelang. Jika proses lelang rampung sesuai jadwal, pengerjaan fisik ditargetkan dimulai pada Mei mendatang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Ari Budi Nugroho menyampaikan, tahap lelang dikonsolidasikan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Karena (proyek) sudah pasti sehingga diundang yang terkait untuk menyiapkan di lapangan," katanya, Jumat (18/4/2025).
Tidak hanya lintas OPD di lingkungan Pemkab Bantul, persiapan juga melibatkan pihak eksternal seperti PLN, Telkom, dan pemilik provider.
Hal ini karena banyak jaringan kabel utilitas yang harus digeser sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Ari menjelaskan, sebelumnya proses lelang sempat tertunda karena ada instruksi penundaan proyek dari pemerintah pusat.
Namun kini semua tahapan bisa dilanjutkan. “Kini persiapan lelang, proses tender bisa lebih cepat sekarang. Kami prediksi pekan kedua Mei sudah ada pemenangnya dan langsung dilanjutkan pengerjaan,” ujarnya.
Pelebaran jalan akan dilakukan sepanjang 920 meter, mulai dari gapura masuk kota hingga pertigaan Cepit.
Masa pengerjaan diperkirakan berlangsung selama tujuh bulan dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Anggaran proyek ini berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Pemkab Bantul sebelumnya telah mengusulkan sejak 2023, namun sempat tersendat karena efisiensi anggaran.
“Akhirnya disetujui setelah Pak Bupati Abdul Halim Muslih melakukan audiensi langsung ke Kementerian PU. Di anggaran 2025 pelebaran Jalan Bantul sudah masuk Dipa Kementerian PU,” ungkap Ari.
Adapun, usulan lanjutan untuk pelebaran Jalan Bantul hingga perempatan Dongkelan juga telah disiapkan untuk diajukan pada tahun-tahun mendatang.
Pelaksanaan fisik proyek ini menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul.
Plt Kepala DPUPKP Bantul Jimmu Alran Manumpak menyebut, saat ini pihaknya masih menunggu hasil lelang dari Kementerian PU.
“Kami masih tetap koordinasi intensif agar proses bisa berjalan lancar,” katanya. (rul/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita