BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengungkapkan, Generasi Z atau Gen Z yang lahir dari rentang 1997 sampai 2012 rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Efek yang ditimbulkan berupa stres atau kecemasan yang berujung bunuh diri. Kondisi tersebut dapat terjadi jika gangguan kesehatan mental tidak tertangani dengan baik.
Kepala Seksi Gizi, Kesehatan Keluarga dan Jiwa Dinkes Bantul Siti Marlina menyampaikan, faktor terkuat yang mengganggu kesehatan mental Gen Z adalah dari media sosial. "Medsos menjadi pencetus Gen Z menjadi fomo (fear of missing out). Ketika tidak mengikuti tren ada yang kurang," katanya Rabu (16/4).
Baca Juga: Suporter PSS Sleman Berharap Rayakan Kepulangan ke MagIS dengan Kemenangan Atas Dewa United
Kondisi tersebut, bisa menimbulkan kecemasan bagi Gen Z. Saat itu, menjadi awal mula kesehatan mental yang terguncang.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap medsos sangat kuat memengaruhi mental seseorang. Ketika kesehatan mentalnya lantas sudah terganggu dan di medsos menemukan video percobaan bunuh diri, itu bisa menjadi pemantik. "Dari situ dapat menginspirasi yang terguncang secara mental ikut bunuh diri," sambungnya.
Alasannya karena orang bunuh diri mendapat banyak perhatian dari lingkungan terdekatnya. Oleh karena itu, Gen Z di Bantul harus bijak dalam bermedsos.
Dia menyebut, kesehatan mental dibangun dari keluarga. Ketika suatu keluarga harmonis, setiap anak bisa menceritakan permasalahannya dengan baik dan dapat terhindar dari gangguan kesehatan jiwa. "Stres itu normal, hanya saja bagaimana mengelolanya," tuturnya.
Editor : Sevtia Eka Novarita