BANTUL - Sekelompok warga melakukan aksi demo di Kantor Kalurahan Seloharjo, Pundong, Bantul Selasa (15/4). Warga tergabung dalam Aliansi Forum Peduli Seloharjo (FPS) mendemo lurahnya Marhadi Badrun terkait indikasi penyelewengan dana desa. Diduga penyelewengan tersebut mengakibatkan adanya utang kalurahan terhadap pihak ketiga.
Perwakilan Aliansi FPS Yuli Anwar menjelaskan, penyelewengan dana desa terjadi saat tahun anggaran 2024. Nilainya mencapai Rp 96,8 juta, digunakan untuk pengerjaan fisik sejumlah padukuhan di Seloharjo.
Dari jumlah tersebut, masih ada sekitar Rp 39,1 juta yang belum dibayarkan tim pelaksana kegiatan (TPK) Kalurahan Seloharjo ke pihak ketiga. “27 Desember 2024 pembayaran pertama Rp 25 juta, selanjutnya 26 Maret 2024 Rp 7,2 juta,” rincinya Selasa (15/4).
Terbaru pada 10 April, uang kembali dibayarkan senilai Rp 30 juta ke pihak ketiga. Sehingga masih ada sisa utang sekitar 34,6 juta. Selain itu, ada juga kuitansi utang senilai Rp 4,5 juta yang harus dibayarkan. Sehingga, total utang mencapai Rp 39,1 juta. “Kami menilai ada penyelewengan dana dari sini,” sambung laki-laki 35 tahun ini.
Dalam aksi tersebut, massa menuntut agar aparat penegak hukum (APH) dan Inspektorat Bantul menangkap dan mengadili lurah beserta tim TPK Kalurahan Seloharjo. Tuntutan lainnya agar lurah diberhentikan tidak hormat oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Pun dengan utang yang belum terbayarkan, bisa segera diselesaikan. “Kami mohon kepada APH usut tuntas anggara 2024 Kalurahan Seloharjo karena tidak transparan,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Seloharjo Marhadi Badrun membantah tuduhan utang yang belum dibayarkannya. Kepada awak media, dia menunjukan bukti kuitansi pembayaran TPK Kalurahan Seloharjo kepada pihak ketiga sudah lunas dan selesai. “Penyelewengan dana saya anggap salah, semuanya sudah lunas. Ttidak ada utang piutang antara TPK Kalurahan Seloharjo dengan pihak ketiga,” ungkapnya.
Dia pun mempersilakan kepada berwenang untuk melakukan kroscek terhadap tuduhan penyelewengan dana yang ditujukan kepadanya. Pria yang juga menjabat ketua Apdesi Bantul ini tidak akan menyangkal jika tuduhan tersbut bisa dibuktikan.
Badrun menegaskan, dia tidak pernah bermain-main dengan dana desa selama menjadi lurah. Selama demo berlangsung, dia pun tidak menemui massa aksi. “Saya menunggu selama demo tidak ada pertanyaan, hanya orasi saja. Kalau ada pertanyaan pasti saya jawab,” tuturnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita