BANTUL - Pameran fotografi bertemakan sarang burung digelar di Sangkring Art Space, Kasihan, Bantul.
Sebanyak 33 jenis burung yang berbeda menjadi objek dengan total ada 54 foto yang dipamerkan. Pameran ini berlangsung mulai Sabtu (12/4/2025) hingga Senin (28/4/2025).
Karya fotografi yang dipamerkan merupakan hasil jepretan Anang Dwi Yatmoko.
Sosok yang dikenal dengan fotodidak dalam beberapa tahun belakangan ini.
"Saya kasih judul pamerannya nest to meet you karena saya orang plesetan sehingga mempertahankan tetapi tetap ada maknanya," ujar pria yang biasa disapa Anang Batas tersebut, Jumat (11/4/2025).
Menurutnya, judul tersebut merupakan plesetan dari nice to meet you yang berarti senang berjumpa denganmu.
Dia menilai, nice to meet you menggambarkan pertemuan yang memiliki kesan baik.
Dibalik menjadi nest to meet you karena sarang menjadi awal pertemuan.
"Saya mencoba mempertemuka masyarakat penggemar fotografi dan seni rupa melalui sarang burung," sambungnya.
Menurutnya, sarang burung menjadi awal pertemuan untuk melanjutkan perjalanan yang harapannya berkesan baik.
Pria yang dikenal sebagai master of ceremony ini sudah menggeluti dunia fotografi sejak 2020.
Plesetan dan komedi menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan oleh Anang Batas.
Pameran fotografi ini pun baginya merupakan plesetan komedi yang diterjemahkannya menjadi pelestarian dan konservasi melalui digital.
"Dalam konteks fotografi," tuturnya.
Dia mengaku, bukan seorang fotografer hanya sebatas penghobi.
Oleh karena itu, menasbihkan dirinya fotodidak karena memang belajarnya langsung dari lapangan tidak berdasarkan buku teori.
Landasan pameran fotografi yang digelarnya karena memiliki kekayaan kanekaragaman hayati yang begitu beragam.
"Bagaimana melawan perburuan bukan pemburu yang orang kecil," tuturnya.
Pasalnya yang lebih utama melawan perburuan yang belakangnya orang-orang memiliki uang sehingga berkuasa.
Dalam proses pengambilan foto ini berbagai upaya dilakukan Anang Batas.
Mulai dari menyamar bahkan sampai menunggu berjam-jam sampai memiliki momen foto yang tepat.
Bahkan sampai menyediakan tenda untuk sambil menunggunya.
"Jarak fotonya saya ambil 40 meter hingga 50 meter," bebernya.
Beberapa jenis burung yang ditampilkan mayoritas 80 persen langka dan dilindungi.
Di antaranya seperti Elang Jawa, paruh kodok di Lumajang, Celebok Rinjani, Lombok dan burung sulingan dari Banyumas.
"Foto-foto saya ambil paling jauh dari Lombok dan sisanya Jawa," ungkapnya.
Sarang burung anis merah yang masih jadi incarannya untuk difoto sampai sekarang belum difotonya.
Sementara itu, aktivis lingkungan Nasarius Ardani Sudaryono menilai, pameran foto dalam pameran ini hasil semesta yang sangat sulit ditemukan sekarang.
Menurutnya, ada dua hal yang paling menonjol yakni konservasinya dan habitat juga spesies burung yang langka diangkat dalam pameran ini.
"Menunjukan betapa kita memiliki alam yang kaya tetapi sulit ditemukan semesta nama burung ini saja banyak yang tidak tau," katanya. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva