Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diprediksi Alami Cuaca Ekstrem Empat Hari ke Depan, BPBD dan 75 Pos Kesiapsiagaan di Bantul Kini Waspada

Khairul Ma'arif • Jumat, 11 April 2025 | 04:23 WIB

 

 

Ilustrasi cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana alam.
Ilustrasi cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana alam.

 

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul sudah memiliki pos kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Dari 75 kalurahan yang ada, kini semua sudah tersedia posnya dan aktif sejak memasuki musim penghujan.

"Prediksi BMKG mengenai cuaca ekstrem 10-14 April sudah kami teruskan ke seluruh pos kesiapsiagaan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol, Kamis (10/4/2025).

Menurutnya, 75 pos kesiapsiagaan di Bantul terdapat relawan forum pengurangan risiko bencana (FPRB).

Relawan menjadi kepanjangan tangan dalam sosialisasi, penanganan, dan pendataan atas peristiwa kebencanaan yang terjadi.

Antoni menyampaikan, ancaman terhadap cuaca ekstrem di Bantul tidak semata-mata banjir dan longsor saja. "Bantul juga sangat rentan terhadap pohon tumbang," tambahnya.

Dataran tinggi seperti Kapanewon Dlingo, Pajangan, sebagian wilayah di Imogiri dan Pundong menjadi titik rawan longsor.

Sedangkan banjir, Kalurahan Wukirsari, Imogiri yang paling rentan apalagi menjelang Lebaran lalu di mana sempat terjadi banjir di sejumlah padukuhan.

Dia menekankan, kesiapsiagaan masing-masing warga Bantul dalam menghadapi cuaca ekstrem sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Resmi Miliki LSP, Unisa Siap Lahirkan SDM Kompeten dan Siap Tembus Dunia Kerja

Kesadaran warga yang tinggal di daerah rawan bencana harus ditingkatkan agar dapat mengantisipasinya lebih dini.

"Namun jangan sampai panik, apalagi terpengaruh informasi yang tidak benar," tegasnya.

Dia mengimbau, ketika sedang terjadi cuaca ekstrem sesuai prediksi BMKG, masyarakat yang tinggal di dekat sungai atau tebing sebaiknya segera mengamankan diri dan menyelamatkan barang-barang berharganya.

Panewu Imogiri Slamet Santosa menyatakan, seluruh jajaran kewilayahan telah menerima instruksi siaga.

Menurutnya, berbagai komunitas relawan dan FPRB Imogiri sudah aktif mengingat banyak titik rawan banjir dan longsor.

"Kalurahan di Imogiri yang rentan banjir dan longsor di Wukirsari, Imogiri, Karangtalun, Karangtengah dan Sriharjo," ungkapnya.

Khusus yang rentan banjir permukiman warga yang dilalui aliran Kali Celeng apalagi ketika hujan turun sangat deras.

Slamet mengungkapkan, jembatan di atas Kali Celeng yang menghubungkan Imogiri ke arah Mangunan sangat rawan ambrol saat hujan deras.

Dikatakan, bagian atas jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan akibat banjir besar pada awal Maret lalu sehingga sekarang menjadi perhatian serius.

“Pagar pengaman jembatan sudah ambrol,” tandasnya. (rul/laz)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Ancaman bencana #prediksi bmkg #Cuaca Ekstrem #Hidrometeorologi #BPBD Bantul #pos kesiapsiagaan