Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DKPP Bantul Minta Peternak Tidak Beli Sapi dari Gunungkidul Imbas Temuan Antraks

Khairul Ma'arif • Kamis, 10 April 2025 | 23:27 WIB
DISUNTIK: Petugas saat melakukan vaksinasi pada ternak sapi untuk mencegah penyebaran PMK.
DISUNTIK: Petugas saat melakukan vaksinasi pada ternak sapi untuk mencegah penyebaran PMK.

BANTUL - Temuan antraks di Kabupaten Gunungkidul membuat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mulai bersiaga.

Kewaspadaan terhadap penyebaran antraks ditingkatkan meskipun belum ada temuan di Bantul.

Pengawasan transaksi jual beli sapi dari luar Bantul menjadi perhatian serius.

"Peternak kami sementara jangan beli sapi dari Gunungkidul," ujar Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, Kamis (10/4/2025).

Menurutnya, peternak sudah menyadari secara mandiri untuk antisipasi antraks dengan tidak beli sapi dari Gunungkidul.

Tanpa perlu diimbau sekalipun kesadaran tersebut sudah ada.

Sapi-sapi yang masuk ke Pasar Hewan Imogiri akan diawasi karena lokasinya pun berdekatan dengan Gunungkidul.

Termasuk rumah potong hewan yang ada di Segoroyoso, Pleret.

"Pengawasan ke luar masuk ternak kewaspadaannya ditingkatkan terutama di Pasar Hewan Imogiri," sambungnya.

Joko menyampaikan, sampai sekaranh belum ada temuan sapi di Bantul yang terdeteksi antraks.

Dia berharap kondisinya selalu seperti ini tidak ada temuan antraks dan sapi di Bantul sehat semua.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Novriyeni menambahkan, pengawasan dilkukan melalui surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang berbasis online.

"Ternak dari luar dilengkapi dengan SKKH sehingga bisa diawasi kondisinya," ujarnya.

Selain itu, dia mengimbau agar peternak menjaga kebersihan kandang dan pakan ternaknya dengan baik.

Seorang peternak yang juga pelaku jual beli sapi Budi Santosa mengaku, cemas dan khawatir atas temuan antraks di Gunungkidul.

Beruntungnya sapi-sapi yanh dijualnya tidak pernah membeli sapi dari Gunungkidul. Melainkan selalu memperoleh sapi dari Wonogiri.

"Antraks kan paling bahaya bisa menular ke manusia pasti khawatir saya sebagai peternak," ungkapnya.

Dia pun selalu mengantisipasi antraks secara mandiri selalu memilah sapi yang sehat.

Sekalipun beli sapi dari pasar langsung disuntik antibiotik dan diberikan vitamin.

Tidak hanya untuk mengantisipasi antraks tapi juga dari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dilakukan penyuntikan sepekan pasca antibiotik.

Peternak yang berasal dari Sanden, Bantul ini berharap agar sapi di Bantul selalu sehat dan aman dari berbagai penyakit.

"Masa mau lebaran haji kena penyakit mikirnya jadi peternak dua kali lipat tambah berat," tandasnya. (rul)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#DKPP Bantul #Pasar Hewan Imogiri #Gunungkidul #Bantul #sapi #antraks #peternak