Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Lesunya Pariwisata di Kabupaten Bantul, Hotel Terapkan Unpaid Leave

Khairul Ma'arif • Kamis, 10 April 2025 | 03:40 WIB

 

 

RESPECT: Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo.
RESPECT: Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo.

BANTUL - Industri pariwisata Kabupaten Bantul lesu tahun ini. Minimnya wisatawan yang berlibur berdampak pada usaha jasa, khususnya perhotelan. Sehingga banyak hotel yang memilih menerapkan kebijakan unpaid leave kepada karyawan. Artinya, karyawan mendapatkan cuti atau libur dan tidak dibayar.


Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul Yohanes Hendra mengungkapkan, unpaid leave turut berlaku di hotelnya. Bahkan karyawan di Hotel Little Tokyo, hanya berkerja 15 hari. Lantas 15 hari berikutnya diliburkan tanpa adanya bayaran. "April ini saja hotel saya sudah sekitar 50 persen karyawan di-unpaid leave," katanya Rabu (9/4).

Hendra menyebut, unpaid leave menyasar karyawan tetap. Sedangkan untuk pekerja harian lepasnya sudah dirumahkan. "Empat orang dirumahkan sejak awal Ramadan lalu," ungkapnya.

Kebijakan tersebut diambil karena minimnya tamu yang datang menginap. Sehingga tidak ada pemasukan untuk dana operasional. "Kalau ini berlanjut sampai Mei-Juni saya akan merumahkannya," sambungnya.

Situasi semacam inim, lanjutnya, persis seperti masa pandemi Covid-19. Bedanya, saat pandemi masih ada yang mencuri-curi untuk berkegiatan. Itu karena adanya uang untuk berlibur. "Tetapi sekarang orangnya boleh ke mana-mana, tetapi uangnya tidak ada," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini tidak hanya dialami hotelnya saja. Anggota PHRI Bantul lainnya pun bernasib sama. Tidak terkecuali hotel-hotel elite seperti Grand Rohan dan Ros-in. "Sekarang mungkin ada sekitar 50-70 karyawan hotel PHRI Bantul yang terdampak," bebernya.

Jumlah tersebut terdampak baik itu dirumahkan ataupun unpaid leave. Tidak hanya menyasar pekerja lepas, melainkan juga karyawan tetap yang memiliki jabatan di struktur pengelolaan hotel.

Hendra bercerita, jabatannya sebagai manajer di Hotel Little Tokyo pun mengalami nasib yang sama. "Saya pun terkena unpaid leave selama 10 hari," ungkapnya.

Dia bekerja selama 20 hari. Sehingga gaji yang diterimanya pun berkurang hingga 30 persen.


Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi menambahkan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul selama Maret mencapai 36.376 orang. Sedangkan selama libur Lebaran dari 28 Maret hingga 7 April, wisatawan yang berkunjung mencapai 151.260 orang. Jika dirata-rata, pengunjung di Bantul per hari hanya sekitar 13.751 orang.

"Angka rata-rata tersebut turun dibanding tahun lalu di momen yang sama, per hari 16.568 wisatawan," tegasnya.

Menurutnya, daya beli masyarakat yang menurun menjadi penyebab utama. Sebab pendapatan masyarakat yang minim, sehingga lebih mengutamakan untuk kebutuhan pokok dibanding liburan. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Grand Rohan #kabupaten bantul #PHRI Bantul #kunjungan #karyawan #Hotel #unpaid leave #industri pariwisata #berlibur #Dirumahkan #Bantul #lesu #dinas pariwisata bantul #phri #Wisatawan #usaha jasa #little tokyo #Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia #Kebijakan