Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Ada Temuan Gizi Buruk di Bantul, Dinkes Terus Upayakan Angka Turun Setiap Tahun

Khairul Ma'arif • Senin, 7 April 2025 | 04:15 WIB

 

Pentingnya asupan gizi bagi anak
Pentingnya asupan gizi bagi anak
 

BANTUL - Angka gizi buruk di Kabupaten Bantul masih ditemukan pada anak-anak. Jumlahnya pada 2023 dan 2024 justru mengalami kenaikan.

Kepala Seksi Gizi, Kesehatan Keluarga, dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Siti Marlina menyebut, pada 2023 ada 109 kasus gizi buruk. Jumlah tersebut meningkat pada 2024 mencapai 125 anak. “2025 ada angkanya namun kami belum validasi data sehingga belum bisa disampaikan,” katanya Minggu (6/4).

Dia memastikan, instansinya akan mengupayakan agar angka gizi buruk tidak bertambah tahun ini. Menurutnya, status gizi anak yang sudah terindikasi tidak baik tetapi tidak segera mendapatkan penanganan tenaga kesehatan yang cepat dan semestinya akan jatuh ke kondisi yang buruk. “Gizi buruk biasanya (terjadi karena ada, Red) penyakit bawaan atau penyerta,” sambungnya.

Oleh karena itu, gizi buruk harus tertangani segera. Sebab terkadang, orang tua tidak langsung membawa anak yang sakit ke fasilitas kesehatan. Hanya karena anak tidak mengalami panas atau diare.

Lina mengungkapkan, anak yang bermasalah gizinya tidak melulu dari kalangan kekurangan ekonomi. Meskipun memang faktor ekonomi kemiskinan tetap menjadi utama penyebab gizi buruk. Selain itu, pola asuh orang tua juga dapat berpengaruh kepada asupan gizi yang didapatkan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Imogiri I Titis Indri Wahyuni menambahkan, di wilayahnya tidak ada temuan gizi buruk. Meskipun sempat ada, namun kini sudah dapat disembuhkan.

Menurutnya, penyebab gizi buruk selain pola asuh dan faktor ekonomi juga dipengaruhi kurangnya air bersih, sanitasi lingkungan yang tidak higienis, penyakit kronis, gangguan pencernaan, dan kurangnya pemahaman di masyarakat.

“Pencegahannya tentu yang menjadi faktor penyebab harus diperhatikan untuk dapat dilakukan dengan baik sehingga pemicu gizi buruk tidak terjadi,” tuturnya. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#penyebab #faktor ekonomi #orang tua #anak-anak #kabupaten bantul #fasilitas kesehatan #angka #pola asuh #tenaga kesehatan #higienis #penanganan #Penyakit Kronis #Puskesmas Imogiri #Bantul #asupan gizi #gizi buruk #kenaikan #validasi data #Dinas Kesehatan (Dinkes) #gangguan pencernaan