Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tidak Diadakan 17 Agustus, Panjat Pinang Justru Digelar saat Lebaran: Simak Alasannya..

Khairul Ma'arif • Jumat, 4 April 2025 | 03:50 WIB

 

Suasana lomba panjat pinang di Kembanggede, Kamis (3/4/2025)
Suasana lomba panjat pinang di Kembanggede, Kamis (3/4/2025)

BANTUL - Pemandangan berbeda terlihat di Padukuhan Kembanggede, Guwosari, Pajangan, Bantul. Lomba panjat pinang yang identik digelar memperingati Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Tetapi dilangsungkan di momen Lebaran yang masih hangat.


Lomba panjat pinang diikuti oleh para warga setempat. Perlombaan yang dilakukan seperti panjat pinang pada umumnya yang banyak memperebutkan hadiah. "Panjat pinang untuk bapak-bapak," ujar Dukuh Kembanggede Widayanto, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga: GIPI DIY Arahkan Pariwisata ke Kualitas, Tingkatkan Durasi Tinggal dan Dampak Ekonomi
Dia menjelaskan, lomba panjat pinang saat Lebaran sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir ini. Menurutnya, ketika Agustus tidak ada peringatan 17-an di Kembanggede. Sebab tak sedikit warga Kembanggede pada 1980-an banyak yang merantau sehingg tidak menggelar 17-an.
"Tidak ada 17-an diganti saat pemudik datang karena banyak yang menyumbang dana kegiatannya," sambungnya.


Itu lantaran ketika Idul Fitri banyak perantau yang mudik. Tujuannya untuk berkumpul dengan keluarga.

Baca Juga: Tertinggi Arus Balik H+2 Lebaran, Keluar DIJ lewat Tempel dengan 23.753 Kendaraan
Lantas pada 1995 mulai banyak ada kegiatan kumpulan trah. Menurutnya, mobilitas warga Kembanggede yang merantau mulai terjadi sekitar 1980-an. "Jadi Lebaran diisi lomba-lomba panjat pinang, balap karung, memasukkan pensil dan pecah air," ungkapnya.


Hanya lomba panjat pinang yang diikuti dewasa sedangkan sisanya pesertanya anak-anak. Untuk panjat pinang satu tim terdiri dari delapan orang. Hadiahnya berupa pakaian hingga sendal.
"Acaranya berlangsung, Kamis (3/4/2025) sehari saja," tuturnya.


Widayanto menyampaikan, perlombaan ini menjadi sarana silaturahmi antar warga setempat.

Baca Juga: DIY Harus Soroti Sampah, Macet, dan Parkir Jadi Isu Kompleks yang Terjadi di Momen Libur Lebaran
Sementara itu, seorang warga setempat Abu Sukiron menambahkan, meskipun bukan di momen 17-an lomba tetap semarak dan meriah. Pasalnya, lomba yang diselenggarakan tidak hanya untuk kompetisi melainkan sebagai kumpul warga. "Lama tidak bertemu lomba panjat pinang bikin silaturahmi lebih seru," tambahnya. (rul/wia).

Editor : Herpri Kartun
#Bantul #panjat pinang