Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Langganan Banjir Akibat Luapan Kali Celeng, Warga Imogiri Sebut Banjir 2025 Sama Parahnya dengan Banjir 2017: Tingginya Selutut Orang Dewasa

Fahmi Fahriza • Sabtu, 29 Maret 2025 | 21:03 WIB
Yani dan keluarganya melakukan proses pembersiahan sisa-sisa banjir, semalam. Rumah Yani terdampak banjir bandang akibat luapan Kali Celeng di Imogiri.
Yani dan keluarganya melakukan proses pembersiahan sisa-sisa banjir, semalam. Rumah Yani terdampak banjir bandang akibat luapan Kali Celeng di Imogiri.

BANTUL - Hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah DIY, Jumat (28/3/2025).

 

Hujan semalam itu menyebabkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Salah satunya di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.

Tingginya curah hujan menyebabkan Kali Celeng dan Embung Wukirsari meluap.

Sehingga menyebabkan banjir bandang di Kalurahan Wukirsari.

Padukuhan Tilaman paling terdampak. Padukuhan yang masih satu kawasan dengan Polsek Imogiri ini menjadi langganan banjir akibat luapan Kali Celeng.

Berdasarkan kesaksian warga, banjir terakhir pada 2019. Saat terjadi Badai Cempaka.

Warga setempat, Yani menuturkan, selam 12 tahun tinggal di Tilaman, ia sudah tiga kali merasakan banjir.

"12 tahun saya di sini, tiga kali terkena banjir. Pertama kali 2017, lalu 2019, dan 2025 ini," katanya kepada Radar Jogja, Sabtu (29/3/2025).

Yani sendiri tinggal di depan persis Polsek Imogiri, dan secara teritori wilayah tersebut memang cukup parah terkena dampak banjir.

Dari ketiga banjir yang pernah terjadi, Yani mengungkapkan bahwa yang paling parah terjadi tahun 2019.

Dari ingatannya, ketinggian air saat itu mencapai dada orang dewasa.

"Paling parah 2019, yang saat ini kurang lebih sama dengan yang 2017 atau yang pertama kali itu. Ketinggian kurang lebih selutut," lontarnya.

Yani merinci, pada Jumat lalu, sekira pukul 16.00 WIB air sudah mulai masuk ke dalam rumah.

Puncaknya, sekitar pukul 19.00 WIB air sudah tinggi dan membanjiri seisi rumah.

"Parahnya itu habis magrib, dan surut sekitar pukul 23.00 WIB bersamaan dengan berhentinya hujan," bebernya.

Kini Yani dan keluarganya melakukan pembersihan air dan lumpur yang menggenangi rumah secara mandiri. Dengan bantuan kolektif dari keluarga, hingga para warga.

Kini dia kembali beraktivitas.

"Saya jualan mie ayam, bakso dan es degan, itu dibantu sama suppliernya hari ini. Degan saya banyak yang hanyut dan hilang pas banjir," keluhnya.

Yani berharap banyak, agar bencana banjir tersebut tidak lagi melanda, apalagi beberapa hari menjelang lebaran.

"Semoga gak ada banjir lagi. Kalau ada nanti lebarannya malah bersih-bersih," harapnya. (iza)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#banjir di Bantul #banjir 2025 #Embung Wukirsari #Banjir #Padukuhan Tilaman #Polsek Imogiri #banjir bandang #kali celeng #Kalurahan Wukirsari #Imogiri