BANTUL - Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 di DIJ bakal terasa istimewa. Sebab hari besar umat Hindu itu bertepatan dengan bulan Ramadan. Pura Jagatnatha Banguntapan, Bantul pun akan memeriahkan pawai ogoh-ogoh.
Ketua Ketua Panitia Nyepi DIJ Tahun Saka 1947 I Nyoman Gunarsa mengatakan, dalam Hindu kegiatan seperti bagi-bagi takjil dikenal dengan nama Saka Boga Sevanam.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata dari pesan moral agar semua umat beragama bisa hidup berdampingan secara harmonis. “Kami ingin menunjukkan bahwa umat Hindu turut hadir dalam membangun keharmonisan di DIJ,” ujar Nyoman, Rabu (26/3).
Baca Juga: RSUP Dr Sardjito Tanggapi Isu Pemotongan THR, Sebut Pemberian THR Insentif 30 Persen Sesuai Regulasi
Untuk tema Nyepi tahun ini mengusung tajuk, ”Umat Hindu DIJ Membangun Moderasi Beragama Menuju Indonesia Emas 2045”.
Tema tersebut diambil karena peringatan Nyepi tahun ini juga bertepatan dengan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. ”Melalui tema tersebut, ingin membawa pesan agar umat beragama bisa saling mempererat tali persaudaraan,” ungkapnya.
Panewu Banguntapan ini menyampaikan, untuk Pura Jagatnatha juga akan melaksanakan salah satu kegiatan inti berupa pawai ogoh-ogoh. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (28/3) malam setelah ibadah salat tarawih selesai.
Baca Juga: Pulang Kampung Wakapolda Jateng Kombes Latif Usman Tinjau Pos Pengamanan Mudik di Alun-Alun Kebumen
Selain itu, beberapa kegiatan inti upacara Melasti di Pantai Parangkusumo juga sudah dilaksanakan pada Minggu (23/3) kemarin. Serta yang akan datang Tawur Kesanga di Candi Prambanan pada hari Jumat (28/3) mendatang.
Nyoman menambahkan, umat Hindu di DIJ memiliki komitmen kuat untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Sehingga melalui perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini dapat membawa semangat persatuan umat beragama. "Kami berharap semangat moderasi beragama di DIJ semakin kuat dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia," tandas Nyoman. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo