Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Akan Ada 1,4 Juta Kendaraan Masuki DIY, Dishub Prediksi 726 Ribu Kendaraan di Antaranya Masuk Bantul saat Momen Libur Lebaran

Khairul Ma'arif • Rabu, 26 Maret 2025 | 11:40 WIB
TITIK RAWAN: Kendaraan melintas di bawah deretan pohon perindang di kawasan ring road selatan, Sewon, Bantul Rabu (23/10/2024). BPBD Bantul mengimbau masyarakat untuk waspada pohon tumbang
TITIK RAWAN: Kendaraan melintas di bawah deretan pohon perindang di kawasan ring road selatan, Sewon, Bantul Rabu (23/10/2024). BPBD Bantul mengimbau masyarakat untuk waspada pohon tumbang

BANTUL - Kendaraan yang masuk DIY di momen libur Lebaran diprediksi mencapai 1,4 juta unit. Sebanyak 726 ribu di antaranya, diperkirakan Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul akan masuk ke Bumi Projotamansari.

Sedangkan untuk mobilitas pemudik, diperkirakan mencapai 2 juta orang. Dengan asumsi, setiap kendaraan diisi oleh tiga orang. Guna menyambut pemudik maupun wisatawan, Dihub Bantul telah menyiapkan posko sejak H-8 Lebaran. Berada di Klangon, Bundaran Srandakan, Posko Induk Gabusan, Pospam Parangtritis, dan simpang tiga Piyungan. “Ini pos gabungan TNI-Polri bersama Dishub dan relawan,” kata Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi Selasa (25/3).

Sementara jalur Cinomati, dia memastikan akan ditutup untuk kendaraan besar seperti bus dan truk. Meski demikian, relawan dan unsur masyarakat akan tetap siaga di kawasan Cinomati sejak 29 Maret hingga 7 April. “Jalur wisata Parangtritis sudah ada antisipasi, dari Jembatan Kretek 1 sampai Pos TPR kami lakukan pemisahan jalur dengan water barrier,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi menambahkan, uji coba fungsional Jembatan Pandansimo, Srandakan saat Lebaran dibatalkan. Sehingga arah wisatawan masih dari utara, dan tetap bisa menggunakan TPR yang ada. “Tahun lalu ada 174 ribu wisatawan saat libur Lebaran, tahun ini sampai angka yang sama kami sudah bersyukur,” bebernya.

Sebab, adanya larangan study tour dari Jawa Barat ditambah kondisi ekonomi yang lesu membuat masyarakat enggan untuk wisata. Dua faktor tersebut tentunya sangat memiliki dampak besar yang nyata bagi dunia pariwisata Bantul.

Namun, Dinas Pariwisata Bantul tetap mengupayakan segala persiapan mulai dari petugas hingga fasilitas wisatawan di destinasi agar tetap nyaman dan aman. “Dengan begitu wisatawan berkesan dan ingin kembali lagi ke Bantul,” tandasnya. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dishub Bantul #Bumi Projotamansari #parangtritis #posko #pospam #kendaraan #Unit #Dinas Perhubungan (Dishub) #srandakan #study tour #jalur cinomati #Bantul #DIY #jembatan pandansimo #libur lebaran #dinas pariwisata bantul #Wisatawan