BANTUL - Kendaraan yang masuk DIY di momen libur Lebaran diprediksi mencapai 1,4 juta unit. Sebanyak 726 ribu di antaranya, diperkirakan Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul akan masuk ke Bumi Projotamansari.
Sedangkan untuk mobilitas pemudik, diperkirakan mencapai 2 juta orang. Dengan asumsi, setiap kendaraan diisi oleh tiga orang. Guna menyambut pemudik maupun wisatawan, Dihub Bantul telah menyiapkan posko sejak H-8 Lebaran. Berada di Klangon, Bundaran Srandakan, Posko Induk Gabusan, Pospam Parangtritis, dan simpang tiga Piyungan. “Ini pos gabungan TNI-Polri bersama Dishub dan relawan,” kata Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi Selasa (25/3).
Sementara jalur Cinomati, dia memastikan akan ditutup untuk kendaraan besar seperti bus dan truk. Meski demikian, relawan dan unsur masyarakat akan tetap siaga di kawasan Cinomati sejak 29 Maret hingga 7 April. “Jalur wisata Parangtritis sudah ada antisipasi, dari Jembatan Kretek 1 sampai Pos TPR kami lakukan pemisahan jalur dengan water barrier,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi menambahkan, uji coba fungsional Jembatan Pandansimo, Srandakan saat Lebaran dibatalkan. Sehingga arah wisatawan masih dari utara, dan tetap bisa menggunakan TPR yang ada. “Tahun lalu ada 174 ribu wisatawan saat libur Lebaran, tahun ini sampai angka yang sama kami sudah bersyukur,” bebernya.
Sebab, adanya larangan study tour dari Jawa Barat ditambah kondisi ekonomi yang lesu membuat masyarakat enggan untuk wisata. Dua faktor tersebut tentunya sangat memiliki dampak besar yang nyata bagi dunia pariwisata Bantul.
Namun, Dinas Pariwisata Bantul tetap mengupayakan segala persiapan mulai dari petugas hingga fasilitas wisatawan di destinasi agar tetap nyaman dan aman. “Dengan begitu wisatawan berkesan dan ingin kembali lagi ke Bantul,” tandasnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita