BANTUL – Program kerja padat karya cor blok, talud, dan drainase yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul sudah rampung pengerjaannya serentak di 195 titik Jumat (14/3/2025).
Pengerjaannya yang dilakukan oleh masyarakat umum harus ada catatan atas evaluasi pelaksanaannya. Utamanya berkaitan dengan padat karya cor blok.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul Rumiyati mengatakan, padat karya di 195 titik itu rampung serentak, Kamis (13/3/2025). Semua material bahan yang digunakan telah sesuai spesifikasi.
Evaluasi berkaitan dengan cor blok karena dalam pemeliharaan ada titik yang tidak dilakukan penyiraman.
“Harusnya selesai dicor dilakukan penyiraman kemarin kami monev ada beberapa kelompok tidak melakukan penyiraman,” katanya, Jumat (14/3/2025).
Penyiraman air di cor blok yang baru selesai dikerjakan menjadi penting agar tidak terlihat sangat putih. Selain itu, fungsinya juga agar awet dan tahan lama jalan cornya tidak mudah hancur.
Dia mengimbau, agar dalam masa pemeliharaan ini rajin-rajin melakukan penyiraman setidaknya dua kali sehari.
“Cor blok selesai harusnya masih ditutup dan dilakukan penyiraman minimal hingga 21 hari setelahnya,” sambungnya. Baru setelah itu, baru dapat dimanfaatkan untuk dilalui dan digunaka secara massal.
Jangan sampai belum 21 hari tetapi sudah dilalui kendaraan roda empat sehingga nanti pengerasan cor bloknya tidak baik.
Sedangkan untuk yang talud dan drainase aman soalnya kan tidak terlalu sering dilintasi orang sehingga bisa langsung dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Dalam padat karya ini pekerjanya mendapat uang perangsang kerja atau UPK.
“Pekerja dapat uang UPK ketika sudah cair dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hari raya,” tutur Rumiyati.
Dia berharap UPK yang diberikan dapat bermanfaat setidaknya untuk Lebaran. Selain itu, warga harus menjaga hasil padat karyanya sebagai jangka panjang sehingga dapat terus bermanfaat.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Bantul Herry Fahamsyah mendukung penuh program padat karya.
Menurutnya, ada dua catatan yang menjadi poin plus dari program padat karya. “Kualitas terjaga dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.
Kualitas terjaga karena program dilaksanakan sendiri oleh masyarakat sehingga dikerjakan dengan baik langsung sesuai pengawasan warga.
Sedangkan manfaat ekonomi karena padat karya sedikit banyak menstimulan masyarakat.
Terutama bagi masyarakat rentan miskin dan setengah penganggur.
“Misal bagi petani ini menjadi tambahan penghasilan bagi mereka disamping kesibukan di sawah,” bebernya.
Politisi Partai PAN ini mengaku, komisinya saat saat pembahasan APBD 2025 kemarin sebenernya sudah berusaha untuk menambah anggaran program padat karya.
Tetapi karena adanya efisiensi maka terpaksa harus dicoret saat pembahasan di banggar. (rul).
Editor : Winda Atika Ira Puspita