Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Minyakita Tetap Laris Manis di Pasar Imogiri, Meski Ada Isu Takaran Tak Sesuai: Paling Laku Kemasan Refiil

Khairul Ma'arif • Jumat, 14 Maret 2025 | 05:05 WIB

 

KOMODITAS: Penjual Minyakita di Pasar Imogiri Marini saat menunjukan produknya yang masih tersedia. Penjualan produk ini tak berpengaruh meski ada isu takaran tak sesuai.
KOMODITAS: Penjual Minyakita di Pasar Imogiri Marini saat menunjukan produknya yang masih tersedia. Penjualan produk ini tak berpengaruh meski ada isu takaran tak sesuai.

BANTUL - Kontroversi takaran Minyakita yang tidak sesuai label kemasan akhir-akhir ini tak berpengaruh terhadap penjualan minyak tersebut di pasar rakyat Imogiri Bantul.

Komoditi pokok itu tetap laris di pasaran meski beredar isu takaran yang tak sesuai satu liter.

Seorang pedagang Minyakita di Pasar Imogiri Marini mengatakan, telah mengetahui isu yang beredar tersebut.

Namun, permintaan Minyakita tetap berjalan seperti biasa. Tak ada penurunan penjualan pada produk minyak kemasan refiil itu.

“Di tempat saya yang paling laku minyakita kemasan refill atau plastik bukan botolan," katanya Kamis (13/3/2025).

Perempuan 33 tahun itu menjelaskan, Minyakita kemasan refill cukup banyak diminati pelanggan karena diklaim takarannya pas.

Hal ini pernah ia buktikan dengan menakar sendiri dan hasilnya pun sama satu liter. Dia menilai untuk Minyakita yang tidak genap takaran satu liter itu hanya berlaku untuk kemasan botolan.

"Alhamdulilah penjualan Minyakita masih normal tidak terpengaruh pemberitaan yang beredar," sambungnya.

Pun ia mengklaim, stok Minyakita juga tidak mengalami kesulitan dari distributor yang didapatkan dari Bulog.

 Baca Juga: Polda DIY Ungkap Modus  Penyelewengan BBM Bersubsidi Biosolar, Pelaku Pakai Nopol Palsu dan Modifikasi Tangki Mobil

Setiap kali membeli dari Bulog mendapatkan jatah 50 dus, dalam satu dus berisi 12 pax atau unit kemasan satu liter. Sudah sejak sebelum Ramadan stok minyak tersebut tersedia.

"Arahan dari Bulog rencananya Minyakita dijual sampai Lebaran untuk menstabilkan harga," jelasnya.

Kendati begitu, pembelian di warungnya dibatasi. Setiap orang hanya bisa membeli tiga kemasan agar pembeli tidak panic buying.

Miyakita yang dijual dibanderol dengan harga Ep 15.500 per liter atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 15.700 per liter.

“Supaya memudahkan transaksi saja karena harganya genap,” sambungnya.

Hal senada diungkapkan pedagang lain Novi. Namun ia mengalami kekosongan stok Minyakita karena belum ada pengiriman.

Pun ia justru lebih sering membeli kemasan Minyakita botol. Kendati begitu, dia menilai takarannya lebih pas satu liter sesuai kemasan.

Meski dijual dengan harga Rp 16.500 di atas HET sedikit pun masih tetap banyak konsumen yang memburu Minyakita.

"Tidak ada penurunan penjualan sejak adanya kabar takaran tidak pas," ungkapnya.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul menemukan sejumlah kemasan Minyakita yang takarannya kurang dari 1 liter, meskipun pada label kemasan tercantum isi bersih 1 liter.

Temuan ini didapat dari 40 titik pengujian di Bantul, dengan minyak tersebut berasal dari Sragen, Jawa Tengah.

Pelaksana tugas Kepala DKUKMPP Bantul Fenty Yusdayati mengonfirmasi temuan tersebut dan menyatakan bahwa laporan terkait masalah ini telah disampaikan ke pihak pusat.

“Kebanyakan kemasan botol yang takarannya kurang dari 1 liter, sementara untuk kemasan plastik masih aman,” ujarnya.

Saat ini, pihak DKUKMPP Bantul masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pusat mengenai langkah selanjutnya, apakah produk tersebut akan ditarik dari peredaran atau tidak.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada keputusan resmi, sehingga peredaran Minyakita di pasar rakyat Bantul masih berlangsung. (rul/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#minyakita botolan #MinyaKita #kemasan refiil #Tak Sesuai Takaran #Pasar Imogiri #permintaan stabil #laris manis