BANTUL - Pameran Nusarupa kembali hadir di Bale Banjar Sangkring, Kasihan, Bantul. Kegiatan yang sudah berlangsung kali kedua ini akan digelar hingga 7 April 2025. Nusarupa merupakan inisiasi alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FRSD) Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta angkatan 1991.
Anggotanya berasal dari seni murni, desain, hingga kriya yang sekarang beraktivitas di berbagai media dan bidang. Kehadiran Nusarupa kali ini mengusung tema besar Saudara. Kurator Nusarupa 2 Bambang Toko Witjaksono mengatakan, meskipun mengusung sebuah tema untuk membingkai pameran, namun karya yang hadir tidak semuanya menerjemahan saudara secara sempit.
“Saudara banyak diartikan bahkan disimbolkan menjadi berbagai hal, bukan hanya aktivitas secara realistis dalam bentuk figur atau objek,” katanya Minggu (9/3/2025).
Melainkan menjadi elemen dasar dalam seni rupa misalnya sebagai garis, bidang, dan warna. Bisa juga diolah untuk menjadi sebuah komposisi selayaknya ‘percakapan’ dalam konteks persaudaraan.
Karya yang dipamerkan membentang luas dari konvensional hingga multimedia. Bahkan beririsan dengan bidang di luar seni. Hal ini merupakan sebuah proses yang dijalani oleh masing-masing seniman yang banyak mengalami proses kreativitas yang berbeda-beda. Sehingga output yang kini dihasilkan pun sangat beragam.
“Tidak mudah menyatukan berbagai jenis karya dengan berbagai karakter senimannya dalam sebuah event pameran, namun ada satu hal yang tetapkami rasakan sebagai sebuah ikatan kuat, yaitu rasa persaudaraan,” sambungnya.
Spirit itulah yang secara konsisten menjadi energi yang menguatkan FSRD ISI Jogjakarta angkatan 1991 hingga hari ini. Bambang menilai, di tengah kondisi dansituasi negara yang tersegmentasi, terpolarisasi bahkan adu domba. Upaya untuk menyerukan kesadaran tentang persaudaraan menjadi hal yang sangat krusial. Menurutnya, semangat sebagai saudara hendaknya terus digelorakan. Termasuk melalui karya seni dan program penyerta lainnya dalam event pameran.
Sementara itu, Art Creative Official Nusarupa 2 Andri menambahkan, saudara dalam arti sempit adalah hubungan antara anggota keluarga. Baik laki-laki maupun perempuan, dan juga yang lebih muda atau lebih tua.
Dalam pengertian yang lebih luas, saudara juga dapat diartikan sebagai sanak atau kerabat. Orang yang dekat atau bertalian secara kekeluargaan dengan individu. Dalam kaitan sebagai teman sejak zaman perkuliahan satu Angkatan 1991di FSRD ISI Jogjakarta, maka istilah saudara/persaudaraan menjadikan ikatan kebersamaan sesama teman menjadi lebih kuat. “Kami adalah sedulur. Persaudaraan lebih dari sekadar pertemananan,” tegasnya.
Dalam konteks yang lain, persaudaraan dapat pula dimaknai sebagai orang yang menghirup udara yang sama. (rul)
Editor : Sevtia Eka Novarita