BANTUL - Minuman keras (miras) oplosan kembali merenggut nyawa di Kabupaten Bantul.
Dua dari empat orang yang pesta miras oplosan di sebuah rumah Tamanan, Banguntapan tewas.
Polisi masih menyelidiki miras oplosan tersebut.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana mengatakan, empat orang tersebut terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki.
Untuk korban tewas dua orang perempuan.
"Minuman tersebut dicampur pil sapi," katanya, Selasa (4/3/2025).
Korban tewas dua perempuan inisial RKP dan MAM yang sama-sama beralamat di Kota Jogja.
Sedangkan dua pria lainnya inisial KPP dan AF. Keempatnya menenggak miras oplosan yang digerus pil sapi pada Sabtu (1/3/2025) lalu.
Dua perempuan yang menjadi korban tidak langsung tewas pasca menenggak miras oplosan yang digerus pil sapi.
"RKP meninggal dunia di RS Pratama dan MAM di RS Rajawali," sambungnya. Keduanya sama-sama dinyatakan tewas, Senin (3/3/2025).
Jeffry menjelaskan, keempatnya mengkonsumsi miras oplosan pada Sabtu (1/3/2025) lalu di rumah KPP.
Awalnya KPP membeli miras oplosan sebanyak tiga botol ukuran 600 mililiter dari AF yang turut ikut mengkonsumsinya.
Lantas RKP yang dijemput MAM menuju TKP yang sudah ada KPP dan AF.
Inisiasi mencampur pil sapi dengan miras oplosan itu dilakukan oleh KPP yang didapatinya dari seseorang inisial AG.
Setelah dicampur keempatnya pesta miras dari sore hingga pukul 21.00 WIB.
"Saat itu korban RKP merasakan sakit sehingga meminta dijemput Andin ke rumah KPP," ucap Jeffry. Sesampainya di rumah RKP hanya tidur tidak ingin makan.
Kondisi tersebut terjadi hingga Minggu (2/3/2025) malam.
Lantas pada Senin (3/3/2025) pagi harinya RKP dibawa ke IGD RS Pratama selang beberapa jam dinyatakan tewas.
Mendapatkan informasi ini petugas dari Polsek Banguntapan langsung mendatangi rumah sakit dan TKP kejadian.
"Inafis Polres Bantul di TKP menemukan tujuh botol bening ukuran 600 mililiter," tandasnya. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva