Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Yu Beruk di Mata Den Baguse Ngarso: Lawakannya Cenderung Spontan, Kekhasannya Sulit Ditirukan

Khairul Ma'arif • Minggu, 2 Maret 2025 | 15:30 WIB
BERSANTAI : Susilo Nugroho, atau yang akrab disapa Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya. Setelah pensiun sebagai ASN, Susilo aktif mengajarkan sejarah melalui kesenian ketoprak.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
BERSANTAI : Susilo Nugroho, atau yang akrab disapa Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya. Setelah pensiun sebagai ASN, Susilo aktif mengajarkan sejarah melalui kesenian ketoprak.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)

BANTUL -  Perempuan yang mengawali karir sebagai pemain ketoprak itu dulu selalu menghiasi berbagai program di TVRI Jogja.

Sebut saja Obrolan Angkringan dan Mbangun Deso. Dua di antara banyaknya penampilan Yu Beruk di TVRI Jogja. Dari dua acara itu, Susilo Nugroho sering berbagi panggung.

Susilo yang memiliki nama panggung Den Baguse Ngarso ini mengungkapkan, sepengetahuannya lawakan Yu Beruk cenderung spontan, tidak pakai full teks.

"Dan itu khas karena dia yang bawa dan menyampaikan. Nah, model seperti itu jadinya unik," katanya, Jumat (21/2/2025). Di saat bersamaan cara seperti itu akan sangat sulit untuk ditirukan.

Menurutnya, lawakannya banyak yang tanpa teks tetapi tidak antiterhadap naskah. Bahkan terkadang selama beberapa kali satu panggung dengan Yu Beruk, ketika menggunakan teks banyak melencengnya, tetapi menjadi khas.

Namun dia tidak bisa mendetailkan khasnya Yu Beruk seperti apa, itu sangat sulit.

"Mbangun Deso di TVRI saya bersinggungan sama Yu Beruk," katanya. Selain itu, pernah bersinggungan di Ketoprak Cak Contong yang ketika itu Den Baguse Ngarso menjadi penulis naskah dan turut mengaktori.

Pria yang juga berperan di film Ipar Adalah Maut itu mengungkapkan, pelawak di Jogja kecenderungannya tidak punya grup.

Tidak punya grup menjadi lebih longgar tanpa harus terbebani ketika dapat panggilan hanya seorang diri.

Sekalipun ada yang ikut grup, ikatannya tidak terlalu mengikat. "Saya seringnya satu panggung sama Yu Beruk di pentas lawaknya," ungkapnya.

Yu Beruk di mata Den Baguse Ngarso memiliki kesungguhan dalam menggeluti profesinya.

Lawakannya yang berbasis tradisi banyak mengandalkan spontanitasnya. Menurutnya, pengganti atau regenerasi dari Yu Beruk sekarang hampir tidak mungkin.

Itu lantaran setiap seniman memiliki kekhasan masing-masing.

"Justru aneh ketika sama, berarti tidak ada kemajuan. Hanya tiru-tiru, tidak membawa kekhasan sendiri," tuturnya.

Dia menyebut, regenerasi dalam seniman lawak tradisi sangat lambat karena tidak banyak yang menggelutinya. (rul/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Den Baguse Ngarso #TVRI Jogja #Obrolan Angkringan #Mbangun Deso #Yu Beruk