Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meningkatkan Perekonomian Petani, Warga Padukuhan Ini Berharap Kelak Memperoleh Padat Karya Berupa Cor Blok

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 28 Februari 2025 | 04:51 WIB

 

GUYUB: beberapa warga mengerjakan pembangunan talud di Padukuhan Karang, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Kamis (27/2/2025).
GUYUB: beberapa warga mengerjakan pembangunan talud di Padukuhan Karang, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Kamis (27/2/2025).

RADAR JOGJA - Wasiyo tak dapat menutupi kebahagiannya. Meski, warga Padukuhan Karang, Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, itu seharian berada di tengah area persawahan.

”Alhamdulillah. Kampung sini dapat program padat karya tahun ini,” ucap Wasiyo sembari menata bebatuan yang akan dipasang dengan adonan semen dan pasir.

Kamis (27/2/2025) sore itu, Wasiyo bersama 25 warga lainnya bergotong royong membangun talud.

Lokasinya persis di tengah area persawahan. Pembangunan talud yang rencananya sepanjang 120-an meter itu merupakan realisasi program padat karya infrastruktur dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disbakertrans) Kabupaten Bantul.

Pembangunan talud yang membelah area persawahan itu merupakan impian lama warga.

Warga pun rela mengorbankan waktu berhari-hari bekerja di bawah terik matahari.

Pria paro baya ini mengungkapkan, pembangunan talud kali ini merupakan tahap awal. Warga berharap kelak memperoleh bantuan serupa.

Lantaran panjang jalan utama para petani yang harus dibangun talud mencapai ratusan meter.

”Kalau pembangunan taludnya sudah tuntas semua, rencananya jalannya akan dibangun cor blok,” tuturnya.

Ketua Kelompok Padat Karya Padukuhan Karang Kismanto mengungkapkan hal senada.

Menurutnya, kondisi jalan yang masih berupa tanah liat menyebabkan mobilitas para petani tidak begitu lancar.

Situasi ini semakin terasa saat memasuki musim panen. Tengkulak enggan membeli hasil panenan yang letaknya jauh dari jalan raya.

”Karena mobil pikap tidak bisa masuk. Kalau tengkulak mau membeli pasti harganya sangat murah,” tutur Kismanto menyebut para petani di Padukuhan Karang dalam satu musim menanam bawang merah.

Jika seluruh harapan warga kelak terwujud, Kismanto optimistis perekenomian para petani akan meningkat.

Lantaran hasil panen bisa langsung diangkut menggunakan kendaraan roda empat. Meski, lokasi sawah jauh dari jalan raya.

”Akses utama untuk masuk ke area persawahan ini melalui Jalur Jalan Lintas Selatan,” tambahnya.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bantul Rumiyati menyebut ada 195 lokasi padat karya kali ini. Tersebar di berbagai kapanewon se-Bantul.

”Sumber anggarannya dari APBD. Totalnya sekitar Rp 19,5 miliar,” jelasnya.

Program padat karya infrastruktur, Rumi, sapaannya, memaparkan berupa cor blok jalan, drainase tertutup, bangket jalan, hingga talud.

Waktu pelaksanaannya selama 21 hari. Mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2025. (zam)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Bantul Bergerak #cor blok #Program Padat Karya #meningkatkan perekonomian #persawahan #talud #Petani