BANTUL – Hujan disertai angin kencang yang melanda Bantul sejak Minggu-Senin (23-24/2) mengakibatkan beragam bencana hidrometeorologi. Namun sampai saat ini belum ada penanganan lebih lanjut terkait pohon tumbang hingga tanah longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, total ada sekitar 69 pohon tumbang. Tersebar di Kasihan, Pajangan, Jetis, Imogiri, Bambanglipuro, Pandak, Sedayu, Sewon, dan Srandakan.
Dampak pohon tumbang dialami 28 rumah, dan 19 jaringan listrik. Kemudian juga berdampak pada satu jaringan internet, 13 titik akses jalan, dua titik fasilitas umum, dua titik tempat usaha, dan satu titik kandang ternak. "Asesmen sudah dilakukan sejak pertama kali laporan masuk," tuturnya Selasa (25/2).
Sementara tanah longsor di Bojong, Wonolelo, Pleret memutus jalan akses desa. Akibat dari terputusnya akses jalan tersebut jumlah tujuh KK dan 24 jiwa menjadi terisolasi.
Atas kejadian tersebut warga sudah bergotong royong memotong pohon yang membahayakan rumah di bawahnya. "Warga yang terisolasi menggunakan jalan setapak sepanjang sekitar 300 meter," sebutnya.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Jimmy Arlan Manumpak mengaku, masih belum bisa melakukan penanganan terhadap dampak bencana. Sebab sampai saat ini, belum ada petunjuk terkait penggunaan belanja tidak terduga (BTT). "Kami menunggu perintah penggunaan BTT atau tidak, dilakukan penanganan sementara dengan pemasangan karung," ujarnya.
Pemasangan karung, lanjutnya, dilakukan di Imogiri. Berupa ambrolnya talut di sekitar Sungai Celeng. Lokasinya masih satu kompleks dengan Mapolsek Imogiri. "Untuk titik lain dipetakan dahulu sambil koordinasi asesmen dengan BPBD," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta ikut meninjau lokasi ambrolnya talut yang mengakibatkan tanah di bantaran sungai ikut longsor. Menurutnya, talut yang ambrol itu semakin dekat menggerus tanah yang terdapat berdirinya Musala Al-Hikmah. "Segera secepatnya akan ditanggulangi," tegasnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita