Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sayangkan Pembangunan Agrowisata Bukit Dermo Tidak Rampung: Ini Kata Bupati Bantul..

Khairul Ma'arif • Senin, 24 Februari 2025 | 04:36 WIB
SETENGAH JADI: Bangunan sarana dan prasarana di Agrowisata Bukit Dermo, Selopamioro, Imogiri, Bantul yang belum bisa difungsikan Jumat (14/2/2025).
SETENGAH JADI: Bangunan sarana dan prasarana di Agrowisata Bukit Dermo, Selopamioro, Imogiri, Bantul yang belum bisa difungsikan Jumat (14/2/2025).

BANTUL – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sangat menyayangkan pembangunan Agrowisata Bukit Dermo tidak dapat diselesaikan.

Kendati begitu, dia menyadari tidak bisa menyelidiki lebih dalam rekanannya tersebut. Hanya mengetahui sebatas kantor, izin, karyawan dan kemampuan untuk membangun.

“Begitu menang tender di tengah jalan tidak mampu menjalankan daripada berkepanjangan, sehingga diambil satu tindakan dihentikan dan diblacklist,” katanya Minggu (23/2/2025).

Dia menekankan pentingnya para vendor atau rekanan kerja diukur kemampuan perusahaannya agar mereka bisa bekerja dengan baik.

Pun ketika tidak mampu membangun sebuah pekerjaan dengan kualifikasi dan kemampuan tertentu, disarankan untuk tidak diambil.

Sebab pemerintah tidak bisa mendeteksi lebih jauh rekanan dalam pengerjaan proyek. “Perusahaan bisa saja mencitrakan yang bonavit,” ujarnya.

Politisi PKB Bantul ini memastikan bahwa Agrowisata Bukit Dermo akan tetap dilanjutkan dengan skema  sesuai aturan yang berlaku.

Diketahui, rekanan pembangunan Agrowisata Bukit Dermo yakni CV Cipto Wening yang saat ini memunculkan laporan hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kejaksaan Tinggi DIY pun turut memulai pengumpulan data terkait hal tersebut karena terindikasi merugikan negara.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul Jimmy Arlan Manumpak pun sudah mengetahui gagalnya pembangunan Agrowisata Bukit Dermo.

Kejadian tersebut menjadi pembelajaran sehingga dalam proses lelang mendapatkan rekanan yang sesuai kualifikasinya.

Selain itu, pengawasan pelaksanaan di lapangan diperketat sesuai SOP sehingga segala kekurangan bisa diatasi.

Komunikasi antarlini tetap jalan. “Tidak hanya nyuwun sewu melulu dengan harga terendah tetapi dengan harga terendah dan memenuhi syarat,” ucapnya. (rul/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Bukit Dermo #agrowisata #proyek mangkrak #pembangunan