BANTUL – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sangat menyayangkan pembangunan Agrowisata Bukit Dermo tidak dapat diselesaikan.
Kendati begitu, dia menyadari tidak bisa menyelidiki lebih dalam rekanannya tersebut. Hanya mengetahui sebatas kantor, izin, karyawan dan kemampuan untuk membangun.
“Begitu menang tender di tengah jalan tidak mampu menjalankan daripada berkepanjangan, sehingga diambil satu tindakan dihentikan dan diblacklist,” katanya Minggu (23/2/2025).
Dia menekankan pentingnya para vendor atau rekanan kerja diukur kemampuan perusahaannya agar mereka bisa bekerja dengan baik.
Pun ketika tidak mampu membangun sebuah pekerjaan dengan kualifikasi dan kemampuan tertentu, disarankan untuk tidak diambil.
Sebab pemerintah tidak bisa mendeteksi lebih jauh rekanan dalam pengerjaan proyek. “Perusahaan bisa saja mencitrakan yang bonavit,” ujarnya.
Politisi PKB Bantul ini memastikan bahwa Agrowisata Bukit Dermo akan tetap dilanjutkan dengan skema sesuai aturan yang berlaku.
Diketahui, rekanan pembangunan Agrowisata Bukit Dermo yakni CV Cipto Wening yang saat ini memunculkan laporan hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kejaksaan Tinggi DIY pun turut memulai pengumpulan data terkait hal tersebut karena terindikasi merugikan negara.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul Jimmy Arlan Manumpak pun sudah mengetahui gagalnya pembangunan Agrowisata Bukit Dermo.
Kejadian tersebut menjadi pembelajaran sehingga dalam proses lelang mendapatkan rekanan yang sesuai kualifikasinya.
Selain itu, pengawasan pelaksanaan di lapangan diperketat sesuai SOP sehingga segala kekurangan bisa diatasi.
Komunikasi antarlini tetap jalan. “Tidak hanya nyuwun sewu melulu dengan harga terendah tetapi dengan harga terendah dan memenuhi syarat,” ucapnya. (rul/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita