Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Akan Purna dari Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo Ingin Lebih Dekat dengan Keluarga

Khairul Ma'arif • Kamis, 20 Februari 2025 | 04:16 WIB

NETRAL: Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
NETRAL: Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo. (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
 

BANTUL - Pelantikan bupati dan wakil bupati Bantul terpilih pada Pilkada 2024 akan dilaksanakan Kamis (20/2). Menandakan pula berakhirnya jabatan Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo.

Namun Joko telah memiliki berabagai rencana usai dia purnatugas. Salah satu keinginannya adalah mengabiskan waktu bersama dengan keluarga.

Dia mengaku ingin lebih dekat dengan istri, anak, dan cucunya. Menurutnya, istirahat bersama keluarga adalah pilihan terbaiknya. Sebab hal ini akan membuatnya belajar dan mendorongnya menjadi lebih baik. “Yang pasti itu tak nikmati dulu. Untuk langkah-langkah selanjutnya nanti lah,” ungkapnya Rabu (19/2).

Meski demikian, Joko tetap berstatus kader partai PDI Perjuangan. Bahkan jabatannya sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Bantul, masih membuatnya aktif membantu beberapa kolega. Khususnya yang aktif berwirausaha.

Joko menyebut, dia hanya memfasilitasi tempat. Dijadikan lokasi usaha sate, bakso, hingga barbershop.  “Itu semuanya dikelola teman-teman saya warga Bantul,” ungkapnya.

Pada prinsipnya, dia hanya menolong agar rekan-rekannya tetap berkarya dan beraktivitas. Sehingga memiliki pemasukan. “Bukan saya buka usaha,” sambungnya.

Meski kini dia terbebas dari jabatan wakil bupati, Joko mengaku akan terus mengikuti jalannya pemerintahan lima tahun ke depan. Terlebih sosok yang memimpin Bantul adalah Abdul Halim Muslih.

Meskipun tidak lagi berjalan bersama memimpin Kabupaten Bantul, Joko menilai, jalan kepala daerah baru tidak akan mudah. Terlebih dengan adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. “Saya sangat bisa memahami bupati dan wabup ke depan tidak semulus yang dibayangkan untuk mengelola pemerintahan daerah,” tuturnya.

Namun dia tetap berharap, pemegang tongkat estafet pimpinan Bantul selanjutnya bisa menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) Bantul yang tidak sedikit. Tidak hanya pada bidang infrastruktur, tetapi juga dalam hal pembangunan ekonomi masyarakat.

Dia pun tidak menampik, jika janji dari Abdul Halim Muslih dan Aris Suharyanta lima tahun ke depan spektakuler. Seperti janji penyelesaiaan 600 kilometer jalan desa, membebaskan pajak bumi bangunan untuk lahan sawah berkelanjutan, hingga bantuan seragam sekolah. Ada pula optimalisasi bantuan keuangan tingkat padukuhan senilai Rp 50 juta per padukuhan, hingga membangun jogging track di 17 Kapanewon.

“Saya mendoakan semoga pemerintah Pak Halim dan Pak Aris ini akan semakin baik dibanding pemerintahan Halim dan Joko. Harapan saya begitu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Bantul Joko Santosa saat dikonfirmasi membenarkan pelantikan bupati dan wakil bupati Bantul terpilih dilakukan Kamis (20/2. Pelantikannya dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta bersama dengan kepala daerah lainnya. Menurutnya, usai pelantikan otomatis jabatan beralih ke Halim-Aris sebagai pemenang Pilkada Bantul 2024. (rul/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kader partai #Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih #pilkada 2024 #Dewan Pimpinan Cabang #keluarga #istana kepresidenan #Wakil Bupati Bantul #berwirausaha #Joko Purnomo #Abdul Halim Muslih #Aris Suharyanta #KPU Bantul #DPC #jakarta #belajar #PDI Perjuangan