BANTUL - Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat 17 kebakaran sudah terjadi sejak Januari. Penyabab kebakaran didominasi karena korsleting listrik.
"Korsleting mencapai tujuh kejadian," kata Kepala Bidang Damkarmar BPBD Bantul Irawan Kurnianto Jumat (14/2/2025).
Irawan mengatakan, dari 17 kejadian ini seluruhnya membakar bangunan. Mulai dari rumah tinggal ataupun tempat usaha. Dia memastikan, tidak ada kebakaran lahan.
Sedangkan 10 penyebab kebakaran lainnya, disebutnya berbeda-beda. Empat penyebab kebakaran di Bantul karena kelalaian baik itu dalam menggunakan api ataupun listrik. Sedangkan tiga kejadian karena kebocoran gas.
"Dua kejadian penyebab kebakaran belum diketahui dan satu sisanya karena kesengajaan," sambungnya.
Irawan mengungkapkan, faktor penyebab kesengajaan ini karena ada konflik keluarga. Kebakaran tersebut terjadi di Pringgolayan, Banguntapan, Kamis (16/1/2025).
Baca Juga: Modal Obeng, Ibu Rumah Tangga di Kebumen Gondol 37 Gram Emas Modus Dekat dengan Korban
Permasalahan keluarga antara anak dan bapaknya itu menimbulkan emosi sehingga terjadi kebakaran. "Anaknya emosi tiba-tiba melempar bom molotov lantas mengenai mesin sablon," tuturnya.
Menurutnya, dari 17 kejadian kebakaran di Bantul selama 2025 ini tidak ada korban jiwa ataupun luka. Namun, kerugian materiilnya diperkirakan mencapai Rp 599,9 juta.
Irawan mengimbau, masyarakat agar menggunkan perlatan listrik yang memiliki standar nasional Indonesia (SNI). "Hindari juga penggunaan stop kontak bertumpuk," tuturnya.
Selain itu, lepas peralatan listrik ketika sudah tidak terpakai. Langkah tersebut dapat mengantisipasi korsleting listrik yang mengakibatkan kebakaran rumah. (rul/eno)