BANTUL - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bantul menggelar kegiatan Police Goes to School di sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Bantul.
Kali ini, jajaran kepolisian hadir di SMAN 1 Kretek. Kegiatan ini bertujuan mencegah segala bentuk permasalahan yang melibatkan pelajar, baik sebagai pelaku maupun korban.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Bantul Ipda Joko Tri Hasbianto mengatakan, para pelajar merupakan kelompok rentan yang perlu perlindungan hukum. Untuk itu, polisi hadir sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan.
Supaya tidak terjadi gangguan kamtibmas yang timbul dari interaksi anak-anak dengan lingkungan sekitarnya. “Juga peran serta untuk pembinaan karakter anak-anak,” kata Hasbi Kamis (13/2/2025).
Dia menggarisbawahi pentingnya pencegahan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. Hasbi menyebut, bullying wajib dicegah sedini mungkin. Sebab bisa berdampak buruk pada korban dan pelaku.
“Bullying kerap terjadi di lingkungan sekolah, sehingga kami jadikan lingkungan pendidikan untuk melakukan edukasi anti-bullying,” ujarnya.
Terkait etika berlalu lintas, Hasbi mengimbau para siswa tidak mengendarai motor sebelum memiliki SIM.
Dia juga menyarankan pihak sekolah untuk membuat aturan yang tidak memfasilitasi anak-anak berkendara kendaraan bermotor.
Sebab, petugas kepolisian masih sering menjumpai pelajar yang belum berusia 17 tahun, namun sudah membawa sepeda motor di jalan raya.
“Hal ini tidak boleh dibiarkan. Kita harus saling menjaga, saling mengingatkan dan peduli. Sehingga anak didik terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Polres Bantul, juga mengedukasi masyarakat khususnya pelajar untuk tidak menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai standar.
“Harapan kami, masyarakat khususnya pelajar di SMAN 1 Kretek ini menjadi paham terkait dampak negatif balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar teknis,” terangnya.
Menurutnya, penggunaan knalpot brong berpotensi menimbulkan keributan akibat polusi suara yang mengganggu pengguna jalan lain.
Hasbi menambahkan, program Police Goes to School ini diharapkan menjadi langkah nyata Polri dalam membentuk generasi yang taat aturan dalam berlalu lintas.
“Selain itu, memiliki kesadaran tinggi akan keselamatan di jalan raya,” tandasnya. (tyo/laz)