BANTUL - Runtuhnya Jembatan Srandakan lama di Kabupaten Bantul membawa dampak berkepanjangan. Jembatan yang usianya satu abad ditambah pilar jembatan yang mulai ringkih itu, menjadi jujukan baru. Utamanya ketika sore hari, sejumlah warga sengaja mendatangi untuk menonton dan berteduh di bawah Jembatan Srandakan 2. Jembatan yang ambruk itu sudah sejak lama tidak dioperasikan untuk lalu lintas kendaraan.
Pantauan Radar Jogja di lokasi Kamis (13/2), tidak sedikit warga yang datang untuk sekadar menonton jembatan. Selain itu, kolong Jembatan Srandakan 2 yang masih beroperasi juga tidak luput dari warga yang sekadar ingin berswafoto. Sejumlah anak kecil pun berkeliling dan ada juga yang memanfaatkan kubangan kecil untuk berenang.
"Ini kami baru mulai berenang di sini sejak ambruknya jembatan,” ujar Niko, salah satu di antara mereka. Ia mengaku rumahnya tidak jauh dari lokasi jembatan, sehingga bermain sejak sore hari untuk sekadar melepaskan penat. Airnya yang tidak dalam dan tidak terlalu luas membuat Niko dan teman-temannya begitu riang.
Menurutnya, sebelum Jembatan Srandakan lama ambruk tidak pernah berenang di situ. Itu karena arusnya yang deras dan kedalamannya yang tidak wajar untuk anak seusianya. "Takut hanyut terbawa arus,” sambungnya.
Selain itu ada juga Nurdin Tri yang mengajak keponakannya untuk sekadar jalan-jalan. Pria berusia 30 tahun ini memang ditagih keponakannya untuk melihat jembatan yang runtuh.
Sebenarnya ada rasa takut karena dikhawatirkan ambruknya jembatan bertambah. "Tetapi sebentar saja, abis itu balik rumah ini paling,” katanya. Kini setiap sore hari kolong Jembatan Srandakan 2 itu tidak pernah sepi.
Ada saja selalu warga yang datang untuk melihat-lihat dan bermain batu yang berada di tepi Kali Progo. Panewu Srandakan Sarjiman pun tidak menampik bahwa viralnya Jembatan Srandakan lama yang ambruk menjadikan warga berbondong-bondong untuk datang. “Kami tidak kurang-kurang mengingatkan masyarakat untuk tetap hati-hati,” tegasnya.
Menurutnya, selama tidak di bawah jembatan dan arus sungainya kering, masih aman terkendali. Pasalnya, ada banjir kiriman dari hulu yang menjadikan Kali Progo menjadi deras alirannya. (rul/laz)