BANTUL - Jembatan Srandakan lama ambrol di Kabupaten Bantul menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di atas Jembatan Srandakan 2 yang masih beroperasi.
Sejumlah pengguna jalan sampai menghentikan kendaraannya hanya untuk sekadar menonton jembatan yang sudah terputus.
Diketahui, konstruksi jembatan yang amblas terjadi pada Kamis (6/2/2025) malam itu sudah tidak beroperasi sejak 2003.
Pantauan Radar Jogja di lokasi, Jumat (8/2/2025) siang, pukul 13.39 WIB, banyak pengendara motor yang berhenti.
Mereka menepikan kendaraannya dan menonton Jembatan Srandakan lama yang telah ambruk dari Jembatan Srandakan 2.
Satu satunya pengguna jalan, Supriyadi.
Dia penasaran dengan panorama baru di lokasi tersebut.
"Tadi lagi lewat kok ambrol makanya lihat dulu sebentar," katanya, Jumat (8/2/2025).
Oleh karena itu, pria 70 tahun ini memenuhi rasa penasarannya untuk menonton sembari istirahat dari perjalanan jauh dari Kutoarjo, Jawa Tengah.
Tak lama, Supriyadi segera menlanjutkan perjalanannya lagi.
Tidak sendirian, dia bersama temannya Sutrimo mengendarai motor.
Sutrimo mengungkapkan, dari Kutoarjo tadi sempat ke Kulon Progo sebentar.
Lantas melanjutkan perjalanan malah mendapati jembatan ambrol sehingga berhenti sejenak untuk menonton.
"Iya penasaran," ujarnya.
Jembatan Srandakan lama ini cukup fenomenal. Menjadi pemandangan stersendiri bagi pengguna jalan.
Apalagi jembatan yang kini ambrol itu punya sejarah panjang pada masa kolonial Belanda.
Jembatan jalur kereta tersebut memiliki panjang 531 meter dan terdiri dari 59 bentang dengan panjang masing-masing 9 meter.
Seiring berjalannya waktu, pada 1951 jalur kereta tersebut berubah menjadi jembatan yang bisa diakses transportasi umum.
Meski beberapa kali mengalami renovasi, namun tak mempengaruhi perubahan pilar dan konstruksi jembatan secara signifikan.
Jembatan Srandakan lama sudah tidak beroperasi lagi sejak 22 tahun silam. (rul)