RADAR JOGJA - Jembatan Srandakan lama yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo akhirnya ambrol, Kamis (6/2/2025) malam.
Jembatan yang melintasi Sugai Progo Yogyakarta tersebut sudah lama rusak dan tak digunakan seiring dibangunnya Jembatan Srandakan yang baru.
Sejarah Jembatan Srandakan Lama
Jembatan Srandakan lama ini telah berumur seabad.
Menurut informasi masyarakat sekitar, jembatan ini dibangun sejak 1929. Kemudian mulai beroperasi empat tahun setelahnya, atau sekitar tahun 1933.
Pada awalnya, jembatan ini dibangun pada masa Pemerintahan Belanda dan menjadi jalur kereta api lori untuk mengangkut tebu, yang menghubungkan Pabrik Gula Sewugalur di Desa Galur, Kecamatan Brosot, Kulon Progo dengan Stasiun Palbapang, Kabupaten Bantul.
Jembatan jalur kereta tersebut memiliki panjang 531 meter dan terdiri dari 59 bentang dengan panjang masing-masing 9 meter.
Seiring berjalannya waktu, pada 1951 jalur kereta tersebut berubah menjadi jembatan yang bisa diakses transportasi umum.
Meski beberapa kali mengalami renovasi, namun tak mempengaruhi perubahan pilar dan konstruksi jembatan secara signifikan.
Kondisi Jembatan Srandakan Lama Sebelum Ambrol
Badan jembatan meliuk. Struktur kaki-kaki jembatannya pun mulai rapuh.
Konstruksinya perlahan terkikis, seiring derasnya aliran Sungai Progo.
Ditambah dampak kerusakan lingkungan akibat maraknya penambangan pasir ilegal di sungai tersebut.
Semenjak Jembatan Srandakan lama tidak digunakan, banyak yang memanfaatkan jembatan tersebut untuk menjemur padi, enceng gondok dan hasil panenan lainnya.
Saat akhir pekan ada pula yang memanfaatkan sebagai trek jogging, gowes, maupun senam.
Kondisi Jembatan Srandakan Lama Pasca DAM Srandakan Jebol
Sebelumnya, Jembatan Srandakan lama ini menjadi area tontonan warga pasca jebolnya Dam Srandakan, Minggu (26/1/2025).
Jembatan Srandakan lama semakin menjadi parah terdampak arus sungai pasca bendungan Dam Srandakan jebol.
Dari pantauan Radar Jogja, kaki-kaki jembatan mulai runtuh perlahan tak kuasa menahan derasnya aliran sungai yang bermuara ke pantai selatan itu.
Bahkan bagian dasar kaki tampak menyisakan kerangka besi tua, hingga membuat badan jembatan perlahan semakin melengkung.
Atas kondisi itu, petugas kepolisian setempat menutup jembatan tersebut demi keamanan.
Penutupan dilakukan pada Selasa (28/1/2025), dengan memasang larangan melintas di Jembatan Srandakan lama, karena masuk zona bahaya.
Kini Jembatan Srandakan lama ambrol pada Kamis (6/2/2025) sekitar pukul 22.40 WIB ditandai dengan suara gemuruh yang terdengar oleh warga sekitar.