Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Srandakan Lama Ambrol akibat Dam Srandakan yang Jebol, Begini Penampakannya!

Khairul Ma'arif • Jumat, 7 Februari 2025 | 14:54 WIB
Begini wujud ambrolnya jembatan srandakan lama yang sudah dilarang dilintasi pasca jebolnya Dam Srandakan Jumat (7/2/2025).
Begini wujud ambrolnya jembatan srandakan lama yang sudah dilarang dilintasi pasca jebolnya Dam Srandakan Jumat (7/2/2025).

BANTUL - Jembatan Srandakan lama ambrol Kamis (6/2/2025) sekitar pukul 22.40. Kejadian ini telah dikhawatirkan sejak jebolnya Dam Srandakan, Bantul, Minggu (26/1/2025) lalu. 

Baca Juga: Ambil Formulir, Perpani Usung PA X Jadi Bacalon Ketum KONI DIY 2025-2029

Alasan ambrolnya jembatan yang tak lagi difungsikan ini karena derasnya aliran Kali Progo. Membuat sedimentasi pasir yang berada di bawah pilar jembatan semakin tergerus. Membuat aliran air sungai langsung mengenai konstruksi jembatan. 

"Putus atau ambrol ke bawah di bagian yang dengkleng," kata Panewu Srandakan Sarjiman Jumat (7/2/2025).

Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Mengingat setelah jebolnya dam, jembatan lama ini ditutup dan tidak lagi dilewati sepeda maupun pejalan kaki. "Sudah ada larangan dari jauh-jauh hari," sambungnya.

Ambrolnya Jembatan Srandakan lama menjadi kewenangan pusat yakni Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU). Termasuk dam yang jebol, penangananya menjadi wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air KemenPU.

Sarjiman mengungkapkan, saat ini ada tiga pekerjaan utama yang dilakukan BBWSSO. Di antaranya yakni menyelamatkan Jembatan Srandakan baru yang masih beroperasi sebagai penghubungi Bantul dengan Kulon Progo. "Jembatan Srandakan 2 diberi penguatan pada pondasi," bebernya.

 

Selain itu, Dam Srandakan yang jebol sepanjang 120 meter sedang dalam proses perbaikan. Pekerjaan ketiga dengan membuat dam baru. Lokasinya ada di selatan dam lama. Tujuannya untuk menghadang pasir sehingga pondasi jembatan tidak tergerus.

"Pekerjaan darurat dari APBN tahap pertama dilakukan dalam waktu 90 hari," ungkapnya.

Ke depan Jembatan Srandakan baru dan Jembatan Pandansimo yang sedang dibangun, akan dimaksimalkan kefungsiannya. (rul)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dam Srandakan #Jembatan Srandakan Lama #Jembatan Srandakan #BBWSSO #perbaikan #ambrol #Bantul #sedimentasi #Jembatan Srandakan 2 #Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) #jebol #kementerian pekerjaan umum #Pasir