BANTUL – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut adanya pertumbuhan bibit siklon 99S dan 60S di Samudra Hindia. Hal ini pun akan berdampak pada ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bantul. Berupa tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol menyebut, dua siklon itu akan menimbulkan hujan dengan intensitas lebat dan angin kencang. Diakuinya, Bantul akan sangat rentan terhadap banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. "Pengalaman cuaca ekstrem di Bantul menyebabkan pohon tumbang, banjir, dan longsor," bebernya Minggu (2/2/2025).
Dia berharap, imbauan dan peringatan dari BMKG terkait dua siklon tersebut menjadi pengingat untuk masyarakat berhati-hati. Dengan begitu, masyarakat dapat bersiap dalam mengantisipasi cuaca ekstrem yang akan dihadapi.
"Wajib meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan ketika ada hujan deras dengan angin kencang," sambungnya.
Sementara itu, Dinas Pariwisata Bantul pun turut bersiaga. Terlebih di area destinasi Pantai Parangtritis. Sebab masih ada pengunjung yang ngeyel berenang meskipun ada larangan. "Berdasar info BMKG hati-hati saat bermain di pansela dan daerah pegunungan," ujar Adyatama Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi.
Dia pun mengimbau, agar pengunjung tidak bermain air di tengah pantai. Sebab sepekan ke depan, diprediksi akan terjadi hujan lebat dan gelombang tinggi. "Perhatikan gelombang Pantai Parangtritis dan selalu mengikuti arahan petugasa SAR setempat," tegasnya. (rul/eno)