BANTUL – Rip current merupakan arus kuat air laut yang dapat menarik wisatawan yang sedang berenang di pantai.
Di Kawasan Pantai Parangtritis sendiri ada beberapa titik rip current yang dapat membahayakan wisatawan yang sedang bermain air.
Rip current selalu berada di pinggir atau di bibir pantai.
“99 Persen Laka Laut Parangtritis terjadi di area rip current,” ujar Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis Arief Nugrah, Rabu (29/1/2025).
Menurutnya, ciri-ciri rip current umumnya airnya tenang tidak ada gelombang, sekalipun ada hanya kecil.
Sosialisasi terhadap rip current di Parangtritis sudah berulang kali dilakukan kepada wisatawan.
Baik melalui penyampaian langsung di pantai ataupun melalui platform media sosial yang tersedia.
Tujuannya sebagai upaya pemberitahuan agar lebih waspada dan menghindari titik rip current.
Dia pun mengungkapkan, ada faktor lainnya ketidaktahuan wisatawan terhadap titik rip current.
“Selama ini tidak terjadi komunikasi antara penanggung jawab rombongan wisatawan dengan pengampu keamanan pantai,” lanjut Arief.
Komunikasi menjadi penting agar dapat disampaikan informasi kepada seluruh wisatawan terkait titik rip current.
Bukan hanya itu, titik-titik yang rawan pun ketika ada komunikasi akan diberitahu secara rinci.
Sedangkan penyebaran informasi melalui Medsos memang gencar tetapi mayoritas diterima dan dipahami hanya oleh-oleh beberapa orang yang sudah mengerti.
Namun, memang, lanjut Arief, kecenderungan wisatawan ketika sudah bermain air terlalu asyik tidak lagi menyadari keselamatannya.
“Tipikal rip current itu diam-diam menghanyutkan,” ungkapnya.
Pasalnya, ketika wisatawan sudah terjebak di rip current itu akan menariknya sehingga terseret ombak ke tengah laut.
Secara rinci, Arief menuturkan rip current kecenderungannya biasanya tidak berbuih putih, tidak ada ombak pecah.
Kemudian, warnanya lebih gelap dari sisi kiri dan kanannya, dan ada arus ke tengah yang menjauh dari bibir pantai.
Selain itu, ketika bermain air di pantai jangan terlalu ke tengah karena berisiko terhantam ombak besar dan akan menarik lagi ke laut menjauh dari bibir pantai.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menambahkan, titik yang tenang biasanya banyak didatangi wisatawan untuk berenang.
Padahal, itu malah berbahaya karena bisa menyeretnya.
Papan peringatan dan pemberitahuan pun sudah tersedia sebagai pengingat pengunjung.
“Di Parangtritis sudah diwanti-wanti kepada setiap pengunjung yang datang,” bebernya.
Oleh karena itu, seharusnya sudah dipahami wisatawan yang hendak bermain air agar memperhatikan segala hal yang sudah diperingati sehingga agar hati-hati.
Namun, tidak sedikit yang meremehkan papan peringatan bahkan terkadang papanya dicantoli pakaiannya.
Apalagi ketika bermain air di pantai pengunjung sangat senang ketika ada ombak.
Sensasi deburan ombak yang membuatnya maju menghadapinya.
“Narik wisatawan akhirnya hanyut terus karena ombak Parangtritis tidak kecil,” tandasnya. (rul)