BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat ada sejumlah penderita diabetes melitus (DM) dan gagal ginjal terhadap anak di bawah umur pada 2024. Rinciannya yakni sembilan anak menderita DM, dan empat anak gagal ginjal.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto mengatakan, jumlah tersebut dihimpun dari seluruh puskesmas di Bantul. Sedangkan untuk tahun ini, belum ada penambahan kasus.
Dia menyebut, ada tiga faktor penyebab DM dan gagal ginjal pada anak. Namun, faktor utama didominasi oleh konsumsi gula berlebih. “Seperti minuman kemasan,” ungkapnya Kamis (23/1/2025).
Sedangkan dua faktor lain penyebab DM adalah karena riwayat keturunan dan kelainan genetik. Namun dua penyebab lain penyakit gagal ginjal pada anak adalah pola makan tidak teratur dan memiliki riwayat infeksi ginjal.
Sebaran kasus khusus gagal ginjal, lanjutnya, tersebar di Kapanewon Bantul, Pleret, dan Dlingo. “Diabetes di Imogiri, Jetis, Piyungan, Bambanglipuro, Pleret dan Sedayu," sambungnya.
Dia mengklaim, tidak ada angka kematian yang terjadi dari dua penyakit tersebut. Meskipun semuanya telah ditangani di fasilitas kesehatan yang ada, masyarakat tetap harus melakukan pencegahan. Seperti konsumsi air putih yang cukup, dan hindari obat tanpa rekomendasi dokter. Selain itu, menerapkan pola hidup sehat dan rutin olahraga, serta konsumsi makanan bergizi.
"Pencegahan diabetes pada anak pantau berat badan secara rutin," imbaunya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul Ahmad Agus Sofwan menyebut, perlu adanya edukasi yang komprehensif kepada orang tua. Sebab penyakit DM dan gagal ginjal tak lagi diderita oleh usia dewasa. "Dinkes perlu memberikan perhatian lebih serius karena sudah menimpa anak-anak sebagai generasi penerus," harapnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita