RADAR JOGJA - Warga Pungkuran, Padukuhan Karet, Kalurahan/Kapanewon Pleret, persisnya RT 06 dan RT 07, semringah. Itu menyusul rencana realisasi program padat karya infrastruktur. Mereka berharap program yang digulirkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul itu bisa menjawab salah satu aspirasi warga.
”Jalan utama di kampung ini sudah lama rusak,” jelas Ketua Kelompok Padat Karya Padukuhan Karet Anang Andriyanto melalui sambungan telepon Rabu (22/1/2025).
Kerusakan jalan itu, Anang menceritakan, telah lama dikeluhkan pengguna jalan. Terutama warga sekitar. Hanya, keluhan warga itu baru terjawab tahun ini. Setelah anggota Fraksi PKS DPRD Bantul Nur Kholis Madjid sukses memperjuangkan aspirasi warga.
”Dalam sejarah, baru kali ini Dusun Pungkuran menerima program padat karya,” tuturnya.
Apa bentuk program padat karya yang diusulkan warga? Anang mengungkapkan berupa bangket jalan. Menurutnya, kerusakan jalan di RT 06 dan RT 07 akibat tergerus derasnya air hujan.
”Kanan-kiri jalan saat ini hanya berupa tanah,” ungkapnya.
Anang berharap keberadaan bangunan bangket kelak bisa mencegah kerusakan jalan. Lantaran jalan tersebut merupakan akses utama warga. ”Panjang bangket kira-kira sekitar 70-an meter,” sebutnya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bantul Rumiyati menyebut ada 195 lokasi padat karya kali ini. Tersebar di berbagai kapanewon se-Bantul.
”Sumber anggarannya dari APBD. Totalnya sekitar Rp 19,5 miliar,” jelasnya.
Hingga sekarang, Rumi menyebut, tahap pelaksanaan program padat karya baru proses sosialisasi ke seluruh kelompok penerima. Rencananya, tahap realisasi dimulai sekitar akhir Februari.
”Waktu pelaksanaan selama 21 hari. Rencananya, pelaksanaan selesai tanggal 15 Maret,” tambahnya. (zam)