Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nelayan Bantul Tidak Melaut Sepekan karena Cuaca Buruk, Tak Ikut Rasakan Keuntungan dari Naiknya Harga Ikan Bawal Laut

Khairul Ma'arif • Rabu, 22 Januari 2025 | 04:30 WIB

 

Ilustrasi gelombang tinggi, perahu nelayan di Pantai Depok Bantul teronggok karena cuaca tidak menentu sehingga nelayan tidak melaut.
Ilustrasi gelombang tinggi, perahu nelayan di Pantai Depok Bantul teronggok karena cuaca tidak menentu sehingga nelayan tidak melaut.
 

BANTUL - Menjelang Tahun Baru Imlek, harga ikan bawal laut semakin melonjak. Jika di hari biasa Rp 250 ribu per setengah kilogramnya, kini mencapai Rp 650 ribu.

Namun kenaikan harga tak turut dirasakan oleh nelayan Bantul. Sebab mereka telah tak pergi melaut sejak sepekan terakhir karena cuaca buruk. "Jadi hanya panen angin," lontar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bantul Suyanto Selasa (21/1/2025).

Rencananya, nelayan baru akan melaut Rabu (22/1/2025). Dengan harapan, cuaca ekstrem seperti kencangnya angin di laut mulai mereda. Sebab angin yang besar sangat membahayakan bagi nelayan ketika menghantam ombak.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Kristanto Kurniawan mengungkapkan, harga bawal laut memang dipengaruhi oleh musim tangkap. "Kondisi tersebut tentunya karena perikanan tangkap turut dipengaruhi kondisi alam," tuturnya.

Selain itu, kondisi nelayan di Bantul dengan perahu kecil, juga berdampak pada tangkapan ikan yang dibawa pulang. “Tidak bisa menangkap dalam jumlah yang banyak," tandasnya. (rul/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#tahun baru imlek #melonjak #ikan bawal laut #Cuaca Buruk #harga #Menjelang #nelayan bantul #himpunan nelayan seluruh indonesia