Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Padat Karya APBD Murni 2025 di Bantul Serap 5.070 Pekerja

Heru Pratomo • Senin, 20 Januari 2025 | 04:05 WIB
GUYUB: Sejumlah warga ikut terlibat dalam pelaksanaan padat karya infrastruktur.
GUYUB: Sejumlah warga ikut terlibat dalam pelaksanaan padat karya infrastruktur.

RADARJOGJA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul berencana kembali menggulirkan program padat karya infrastruktur. Kali ini sebanyak 195 lokasi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu program reguler organisasi perangkat daerah yang terletak di Jl Gatot Subroto ini bakal menyerap ribuan tenaga kerja.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Bantul Istirul Widilastuti menyebut, tiap lokasi melibatkan 26 pekerja. Dengan begitu, program padat karya yang rencananya direalisasikan pada akhir Februari ini melibatkan 5.070 orang.

”Seluruh pekerja merupakan warga sekitar lokasi proyek kegiatan,” jelas Tirul, sapaan Istirul Widilastuti di ruang kerjanya pekan lalu.

Kendati begitu, tidak semua warga sekitar lokasi bisa berpartisipasi. Tirul menegaskan ada beberapa persyaratan. Di antaranya, pengangguran, setengah pengangguran, dan maksimal berusia 64 tahun.

”Bapak-bapak atau ibu-ibu boleh ikut (sebagai pekerja),” katanya.

Penerapan berbagai persyaratan itu, pejabat yang tinggal di Kapanewon Pleret ini mengungkapkan, pelaksanaan padat karya juga bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan. Lantaran seluruh pekerja padat karya mendapatkan honorarium. Besarannya bervariasi. Ketua kelompok, misalnya, Rp 90 ribu per hari. Lalu, tukang Rp 80 ribu per hari. Kemudian, pekerja Rp 70 ribu per hari.

”Waktu pelaksanaannya selama 21 hari,” sebutnya.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bantul Rumiyati menambahkan, sumber anggaran padat karya kali ini dari APBD Kabupaten Bantul. Nilainya Rp 19,5 miliar.

”Anggaran per satu lokasi Rp 100 juta,” ucapnya.

Menurutnya, dinas telah menyelesaikan tahap identifikasi lokasi. Rencananya, tahap sosialisasi dimulai Senin (20/1). (zam)

 

Editor : Heru Pratomo
#pengangguran #Disnakertrans #pleret #pekerja #infrastruktur #tenaga kerja #Bantul #pejabat #padat karya