BANTUL - Anggota Komisi C DPRD Bantul melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dingkikan, Sedayu. Hasilnya terdapat sejumlah temuan berupa fasilitas penunjang yang masih kurang. Kondisi tersebut mengakibatkan pengelolaan sampah tidak maksimal.
Anggota Komisi C DPRD Bantul Nur Huda Waskitha Yoga mengatakan, jalan menuju TPST Dingkikan perlu diperkeras. Hal itu karena adanya jalan yang belum mulus dan rata sebagai akses masuk. "Saluran drainase perlu dibangun agar tidak terjadi genangan air dari sampah," katanya Jumat (17/1/2025).
Baca Juga: Main Basket dengan Pakaian Syari', Buktikan Bahwa Muslimah Juga Bisa Bergerak Bebas
Musim hujan seperti sekarang ini, lanjutnya, membuat aliran air tidak maksimal. Sehingga menimbulkan sejumlah genangan. Politisi PKS Bantul tersebut mengungkapkan, sejumlah temuan lainnya adalah perlunya gudang untuk menampung Refuse Derived Fuel (RDF) sebelum diangkut ke Cilacap.
Sebab saat ini, tumpukan RDF hanya berada di pinggir jalan dan tempat parkir. Dengan alasan pabrik Cilacap sedang tidak menerima RDF. "Kalau hujan jadi kehujanan sehingga RDF-nya basah," sebutnya.
Selain itu, hasil pilah organik menjadi kompos, masih banyak campuran sampah anorganik. "Mungkin solusinya mesin konveyor diperpanjang lagi dan ditambah tenaga pilah manual," tuturnya.
TPST Dingkikan ini, memiliki kapasitas 40 ton pengolahan sampah sehari.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengaku, akan segera menindaklanjuti temuan sidak komisi C. Bahkan, sejumlah perencanaan mulai dilakukan tahun ini. Namun dia belum bisa membeberkannya secara rinci. “Karena masih dalam pembicaraan,” kilahnya. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita