Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mensos Sebut Gelontorkan Rp 2 Triliun untuk DIY untuk Tahun 2024, Berikut Rinciannya!

Khairul Ma'arif • Sabtu, 18 Januari 2025 | 04:50 WIB

 

TURUN LAPANGAN: Kedatangan Menteri Sosial Saefullah Yusuf di Pendopo Parasamya Bantul Jumat (17/1/2025).
TURUN LAPANGAN: Kedatangan Menteri Sosial Saefullah Yusuf di Pendopo Parasamya Bantul Jumat (17/1/2025).
 

BANTUL - Kementerian Sosial telah menganggarkan Rp 2 triliun untuk DIY pada 2024. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Pendopo Parasamya Bantul dalam agenda konsolidasi pilar-pilar sosial Jumat (17/1/2025).

Pria yang biasa disapa Gus Ipul itu merinci, bantuan digelontorkan setiap bulan dalam bentuk sembako. Senilai Rp 200 ribu kepada 331.144 keluarga penerima manfaat (KPM). Nilainya mencapai Rp 800 miliar. Ada juga untuk program keluarga harapan (PKH) dengan 194 KPM senilai Rp 566 miliar.

 Baca Juga: Masyarakat Miskin Peserta Program Keluarga Harapan di Kota Jogja Turun, Ini Angkanya

"Untuk yatim, piatu, dan yatim-piatu sebulan Rp 200 ribu ada 3.556 jiwa senilai Rp 7 miliar," rincinya.

Selain itu, diberikan juga kepada lansia terlantar berusia di atas 75 tahun dan penyandang disabilitas. Total penerimanya mencapai 3.728 jiwa, dengan nilai anggaran mencapai Rp 29 miliar. Jika ditotal, keseluruhan bansos sembako untuk PKH mencapai Rp 1,4 triliun, dengan lebih dari 336 ribu KPM. Selain itu, ada juga gelontoran dana penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK). Angkanya mencapai Rp 817 miliar.

 Baca Juga: Raih Radar Jogja Top of The Year 2024 Inneke Yonilestari di Mata Para Kolega, Sosok yang Baik Hati dan Penuh Dedikasi

Sedangkan untuk Bantul, bansos sembako mencapai Rp 210 miliar. Kemudian PKH Rp 153 miliar, yatim-piatu Rp 1 miliar, permakanan Rp 14 miliar. Totalnya Rp 380 miliar untuk 97 ribu KPM. "Sementara PBI JK Rp 213 miliar, jadi jika dijumlah lebih dari Rp 500 miliar yang masuk Bantul," ungkapnya.

Gelontoran dana tersebut untuk setahun pada 2024 lalu. Tentunya bantuan yang diberikan bersyarat dari data yang ada sesuai kriteria. Penggunaannya pun harus sesuai peruntukannya.

 Baca Juga: Rahasia Cerdas Memilih Asuransi Mobil: PerlindunganTerbaik untuk Kendaraan Anda

Eks Wagub Jatim tersebut konsolidasi pilar-pilar sosial sebagai perkuat kerja sama dengan daerah demi meningkatkan kesejahteraan sosial. Tentunya itu sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan. Kerja sama penting karena tidak bisa bekerja sendirian saja perlu ada sinergi.

"Pilar sosial sebagai pendamping kami harapkan bisa mengawal program agar KPM menggunakan bantuannya sebaik mungkin," tegasnya.

 

 

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menambahkan, penduduk di wilayahnya sebanyak 964.245 jiwa. Dengan tingkat kemiskinan mencapai 11,66 persen pada 2024. Diklaimnya, persentase kemiskinan tersebut menurun dari tahun ke tahun.

 

Yakni 14,04 persen pada 2021, kemudain 2022 menurun menjadi 12,27 persen. Pada 2023 kembali menurun menjadi 11,96 persen. "Terus akan diupayakan penurunannya dengan target 10,75 persen sampai 11,02 persen," ungkapnya.

 

Sedangkan untuk kemiskinan ekstrem di Bantul, berada di angka 0,82 persen pada tahun lalu. (rul/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#2024 #Program Keluarga Harapan (PKH) #saifullah yusuf #keluarga penerima manfaat #sembako #menteri sosial #DIY #KPM #kementerian sosial #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih