BANTUL – Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Modalan sudah beroperasi sejak November 2024. Namun sampai saat ini, kuota pengolahan sampah tak kunjung bertambah. Masih tetap di angka 15 ton per hari. Padahal, TPST yang berada di Banguntapan ini digadang-gadang mampu mengolah 50 ton sampah per hari.
“Sekarang masih belum optimal, targetnya sampai 31 Desember 2024 bisa 16 ton tetapi belum mencapainya,” sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho Selasa (14/1/2025).
Saat ini, lanjutnya, pengelolaan sampah di Bantul juga akan mengandalkan ITF Niten. Jika sebelumnya hanya ada 7-8 ton sampah yang diolah per hari, akan ditingkatkan menjadi 20 ton. Optimalisasi yang dilakukan berupa akan menambah hanggar.
Langkah tersebut dilakukan karena ITF Pasar Niten masih memiliki ruang tersisa yang memungkinkan untuk penambahan hanggar. Anggarannya sudah disiapkan untuk melalui APBD Bantul 2025. “Kami rencanakan anggaran untuk hanggar Rp 1,7 miliar, gudang Rp 1,7 miliar, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Rp 250 juta,” tuturnya.
Sedangkan untuk TPS Modalan, masih dalam masa pemeliharaan. Dia pun belum bisa memastikan kapan serah terima aset dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Datin Wisnu Pranyoto mendorong, optimalisasi TPST Modalan sampai kapasitas maksimalnya. Sebab itu akan membantu pengolahan sampah di kawasan urban Bantul. Dalam waktu dekat, pihaknya akan turut melakukan peninjauan. Sehingga fasilitas pengolahan sampah bisa dimkasimalkan. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita