BANTUL – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul masih menunggu penyerahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Modalan Banguntapan.
Kendati begitu, kondisi tersebut tidak mengganggu operasional pengelolaan sampah karena sekarang sudah berjalan.
Penyerahan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum yang sampai sekarang belum diketahui waktu pastinya.
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan, penyerahan aset TPST Modalan masih menunggu selesainya masa pemeliharaan yang sekarang masih berlangsung.
Menurutnya, meskipun belum ada penyerahan aset DLH Bantul memiliki wewenang karena sudah dilakukan serah terima operasional.
“Sehingga keberadaan alat tersebut bisa bermanfaat utamanya untuk mengurai sampah,” katanya, Selasa (14/1/2025).
Dia belum mengetahui secara pasti kapan serah terima aset tersebut dilakukan.
Meskipun belum dilakukan serah terima aset operasionalnya tidak terganggu.
TPST Modalan yang memiliki kapasitas maksimal 50 ton sampah sehari itu sekarang belum dioptimalkan demikian.
Bahkan sampai sekarang dalam sehari hanya di bawah 16 ton sampah yang dikelola oleh TPST Modalan.
“Sekarang masih belum optimal targetnya sampai 31 Desember bisa 16 ton tetapi belum mencapainya,” sambung pria yang pernah menjabat Kepala Disdukcapil Bantul ini.
Baca Juga: Jurgen Klopp Rencanakan Pesta Jika Gelar Juara Manchester City Dilucuti
Selain memaksimalkan TPST Modalan, Bambang mengaku, juga melakukan upaya lainnya agar pengelolaan sampah di Bantul selesai sepenuhnya.
Upaya lainnya melakukan optimalisasi pengelolaan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten.
Kini dapat mengelola sampah 7-8 ton sehari akan ditingkatkan menjadi 20 ton sampah perhari.
Optimalisasi yang dilakukan berupa akan menambah hangar.
Langkah tersebut dilakukan karena ITF Pasar Niten masih ada ruang tersisa yang memungkinkan untuk penambahan hangar.
Anggarannya sudah disiapkan untuk pengoptimalan menggunakan APBD Bantul 2025.
“Kami rencanakan anggaran untuk hanggar Rp 1,7 miliar, gudang Rp 1,7 miliar, dan Ipal Rp 250 juta,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Datin Wisnu Pranyoto menambahkan, pada prinsipnya mendorong optimalisasi TPST Modalan sampai kapasitas maksimalnya.
Pasalnya itu menjadi penting untuk mengelola sampah di kawasan urban Bantul yang produksinya cukup tinggi.
Menurutnya, akan dilakukan peninjauan oleh Komisi C DPRD Bantul dalam waktu dekat ini agar dapat memaksimalkan fasilitas pengolahan sampah di Bantul. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva