BANTUL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi tektonik terjadi yang pusatnya di laut, Minggu (12/1/2025).
Dari analisa BMKG magnitudo gempa mencapai 4.4 yang terletak di 43 kilometer (km) arah barat daya Bantul dengan kedalaman 20 km.
Getarannya terasa sampai di sejumlah wilayah Bantul tepat pada pukul 09.52 WIB.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG DIY Ardhianto Septiadhi mengatakan, gempa bumi yang terjadi karena adanya aktivitas sesar di laut.
Hal tersebut berdasar dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
"Guncangan gempa bumi ini dirasakan daerah Bantul," katanya, Minggu (12/1/2025).
Tidak hanya Bantul yang terasa goncangannya.
Sejumlah daerah lain juga turut merasakan seperti Kulon Progo, Sleman, Guningkidul, Pacitan, Trenggalek, dan Tulungagung.
Dari data yang dihimpun BMKG DIY belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan.
"Getaran gempanya terasa seperti truk yang melintas," sambungnya.
Ardhianto mengungkapkan, selang beberapa menit pasca gempa tersebut ada gempa susulan.
Tepatnya pukul 10.06 WIB yang menunjukan adanya dua kali gempa bumi susulan atau afteshock.
Dia meminta, kepada masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatk gempa," tuturnya. Harus dipastikan juga bangunan yang ditinggali tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan konstruksi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menambahkan, instansinya kini sedang melakukan monitoring dampak gempa.
Sejumlah titik di Bantul sedang diinventarisir atas kejadian gempa.
"Sementara belum ada laporan kerusakan," ujarnya. Kendati begitu, masih terus dilakukan pendataan untuk dipastikan lebih lanjut. (rul).
Editor : Bahana.