BANTUL - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) 9 Bantul menorehkan prestasi membanggakan.
Sekolah yang berlokasi di Kapanewon Banguntapan itu merengkuh juara umum pertama kejuaraan pencak silat setingkat Jawa-Bali.
Torehan itu diraih usai para siswanya memborong 18 medali kejuaraan yang terbagi dari delapan emas, tiga perak, dan tujuh perunggu.
Turnamen kejuaraan tersebut digelar di GOR Pangukan Sleman selama tiga hari, sejak Minggu (29/12/2024) hingga Selasa (31/12/2024) lalu.
"Keberhasilan itu karena latihan keras selama mengikuti kegiatan ekstraskurikuler sekolah," ujar Pembina Pencak Silat MTsN 9 Bantul Amannasrullah Amin, Senin (6/1/2025).
Menurutnya, ketika siswa lain sudah tidak aktif dalam ekstrakurikuler, Madrasah Tsanawiyah Negeri justru getol mempersiapkannya.
Amin menyampaikan, kejuaraan ini diikuti sebanyak 200 kontingen dan ribuan pesilat dari seluruh penjuru Jawa dan Bali.
Turnamen bertajuk Piala Raja ini bukan hanya tentang persaingan.
Melainkan juga melestarikan budaya Indonesia karena pencak silat menjadi salah satu bentuk budaya positif yang harus terus dilestarikan.
Tetapi tim pencak silat MTsN 9 Bantul tetap latihan rutin setiap sore selama sebulan penuh.
Bahkan ketika libur sekolah telah tiba tetap latihan rutin.
“Latihan rutin untuk menjaga kualitas atlet pencak silat di MTsN 9 Bantul,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 9 Bantul Siti Solichah mengatakan, sepanjang 2024 sekolah yang dipimpinnya telah mengumpulkan lima penghargaan Juara Umum.
Kelima prestasi tersebut adalah Juara Umum 1 Kebangsaan Cup 2, Juara Umum 3 Magelang Championship 3, Juara Umum 1 Kejuaraan Pencak Silat Pelajar SMP/MTs Se-Kabupaten Bantul, Juara Umum 1 Dandim Cup, dan Juara Umum 1 Piala Raja 2.
Menurutnya, sekolah terus berkomitmen untuk mendukung prestasi siswa.
Diklaimnya, upaya tersebut dilakukan dengan berupaya terus mengupgrade fasilitas pendukung untuk latihan sehingga performa para atlet di madrasah terus meningkat.
"Kami berharap MTsN 9 Bantul bisa mengajukan diri untuk mendirikan Kelas Khusus Olahraga (KKO)," tegasnya. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva