Pariwisata Lesu, Hunian Hotel Anjlok
- Selama 2024 Menurun 20 Persen Dibanding 2023
- Efek masa politik sangat berpengaruh. Banyak kegiatan dinas dan kementerian ditarik.
- 2025 menjadi fase terberat bagi industri perhotelan
- PPN naik 12 persen akan menjadi beban industri hotel.
- Data Dispar Bantul 2023 ada 2,7 Juta wisatawan, 2024 hanya 2,3 Juta
- 2023 PAD pariwisata Rp 26,283 Miliar, sedangkan 2024 Rp 30,6 Miliar, dari target Rp 49 Miliar
BANTUL – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul mencatat ada penurunan rata-rata okupansi hotel di wilayahnya yang terjadi tahun ini dibandingkan 2023. Tidak tanggung-tanggung, penurunannya cukup anjlok sampai 20 persen.
Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra mengatakan, minimnya kegiatan di hotel sepanjang 2024 ditambah adanya pesta demokrasi membuat orang enggan berwisata sehingga berdampak pada okupansi hotel. Jika tahun lalu mencapai 70 persen, tahun ini hanya sekitar 50 persen. “Efek masa politik sangat berpengaruh. Banyak kegiatan dinas dan kementerian ditarik,” katanya, Minggu (5/1).
Menurutnya, tidak adanya kegiatan dinas dan kementerian cukup berpengaruh menurunkan okupansi. Belum lagi tantangan ke depan, pemerintahan menginginkan pengurangan kegiatan seremonial. Hal tersebut dipastikan akan berdampak pada industri perhotelan.
Kondisi tersebut mengakibatkan, 2025 menjadi fase terberat bagi industri perhotelan. Kementerian akan mengurangi kegiatan di hotel ditambah PPN naik 12 persen akan menjadi beban industri hotel. Yohanes mengaku, dengan kondisi tersebut target okupansi untuk 2025 tidak bisa berekspektasi tinggi.
Menurutnya, untuk 2025 ditargetkan hanya 75 persen rata-rata dalam setahun dan itu sangat realistis bagi kondisi yang melingkupinya. Dia pun optimistis itu dapat dicapai hotel-hotel di Bantul selama tidak ada kebijakan yang memberatkannya seperti kenaikan PPN 12 persen yang berdampak pada beban produksi yang semakin besar.
Okupansi hotel yang menurun juga turut terjadi dalam segi wisatawan yang berkunjung di Bantul. Dari data Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul 2023 ada sekitar 2,7 juta wisatawan yang melancong. Sedangkan pada 2024 menurun menjadi hanya 2,3 juta yang berkunjung ke Bantul.
Kepala Dispar Bantul Saryadi mengatakan, kurang lebih penurunannya mencapai 400 ribu wisatawan tersebut tetapi pendapatan asli daerah (PAD) pariwisatanya meningkat. “2023 PAD pariwisata Rp 26,283 Miliar sedangkan 2024 mencapai Rp 30,6 Miliar,” lontarnya. Meskipun memang kenaikan tersebut belum sesuai targetnya yang mencapai Rp 49 Miliar.
Menurutnya, peningkatan PAD tersebut terjadi tidak bukan karena kenaikan tarif retribusi di pantai selatan Bantul dari Rp 10 Ribu menjadi Rp 15 Ribu per wisatawan mulai 1 Mei 2024 lalu. Saryadi mengklaim, penurunan jumlah wisatawan tidak hanya terjadi di Bantul melainkan juga di banyak daerah lainnya pun mengalami hal yang sama. (rul/din).
Editor : Din Miftahudin