BANTUL- Hujan yang mengguyur wilayah Bantul sejak pagi hingga siang Minggu (5/1) menyebabkan sejumlah bencana hidrometeorologi. Di antaranya yang terjadi di Kalurahan Muntuk, Dlingo. Sejumlah pohon tumbang dan juga mengakibatkan tanah longsor.
Lurah Muntuk Marsudi mengatakan, ada empat titik yang mengalami longsor. Seperti di Padukuhan Tangkil, Karangasem, Banjarharjo 2 dan Seropan 2. Longsor paling parah terjadi di RT 1 Seropan 2, karena membahayakan keselamatan warga.” Ada gudang kayu yang tertimbun,” katanya, Minggu (5/1).
Marsudi menuturkan, longsor di Seropan 2 terjadi di bangketan yang dibuat warga. Hujan yang berlangsung lama membuat bangket tidak kuat menahan sehingga terjadi longsor. Di bawah bangketan itu terdapat empat rumah yang terancam.“Sebelum terevakuasi tanah longsornya disarankan tidak menempati rumahnya terlebih dahulu,” ungkapnya.
Sementara itu, pohon tumbang terjadi di perbatasan antara Tangkil dan Karangasem. Tidak ada yang menimpa rumah warga hanya menutup jalan dan menimpa kabel listrik. Warga langsung melakukan dievakuasi dan tidak mengganggu lagi.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menambahkan, bangket tersebut memang sudah mengalami keretakan sejak setahun terakhir. Dari empat rumah ada empat KK dengan total 11 jiwa yang terancam longsoran lanjutan. Diperkirakan kerusakan bangket atau talud tersebut mencapai Rp 128 juta. Talud tersebut memiliki panjang 25 meter dengan lebar tiga meter dan tingginya enam meter.
Gotong royong sudah dilakukan dan pemasangan terpal sebanyak delapan lembar dari BPBD Bantul. Untuk alat berat segera diterjunkan dalam membantu percepatan evakuasi longsoran tanah. Satu rumah warga mengalami retak akibat tertimpa puing-puing longsor.
Pohon tumbang juga terjadi di Nampan, Gadingsari, Sanden. Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan, pohon tumbang sampai menimpa atap bagian teras rumah warga. Warga sekitar telah melakukan evakuasi pohon tumbang milik Mitro Wiharjo yang menimpa teras rumah miliknya. (rul/din).
Editor : Din Miftahudin