Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Museum dan Tanah Liat Milik Perupa Ugo Untoro di Kasihan Bantul Terbakar, Penjaga Tewas di TKP, Karya-Karya Seninya Aman

Khairul Ma'arif • Jumat, 27 Desember 2024 | 15:15 WIB

 

Lokasi kebakaran yang sekarang sudah digaris polisi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 
Lokasi kebakaran yang sekarang sudah digaris polisi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 

 

 

BANTUL - Museum dan Tanah Liat milik seniman Ugo Untoro di Padukuhan Kersan, Tirtonirmolo, Kasihan, mengalami kebakaran kemarin (26/12) pagi. Dalam peristiwa ini, penjaga museum Mugiyanto, 68, meninggal dunia di lokasi.

Kebakaran yang terjadi tidak berlangsung lama. Ini karena masyarakat di sekitar rumah yang juga dijadikan museum itu sigap membantu memadamkan api. Ditambah oleh kehadiran petugas pemadam kebakaran (damkar) ke TKP.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan BPBD Bantul Irawan Kurnianto mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 dan langsung mendapatkan informasi lima menit berselang. Satu unit mobil damkar dan 10 personel diterjunkan untuk memadamkan api.

"Api dapat dipadamkan sekitar pukul 09.00," kata Irawan kemarin. Menurutnya, salah seorang korban meninggal dunia adalah Mugiyanto. Kebakaran melalap ruangan 5x3 meter yang dijadikan tempat tidur sekaligus dapur penjaga galeri.

Untuk karya-karya Ugo Untoro sendiri aman karena berada agak jauh dari ruangan yang terbakar. Kerugian materiil dari kebakaran ini sekitar Rp 10 juta. "Yang pertama mengetahui tetangga. Melihat kepulan asap dan ternyata bangunan di lantai dua itu terbakar,"   tambahnya.

Lukisan karya Altha Rivan (murid Ugo Untoro) yang menggambarkan sosok Pak Kotik (Pak Mugi korban kebakaran di Museum dan Tanah Liat) sedang duduk berisitrahat dari rutinitasnya di depan bangunan M
Lukisan karya Altha Rivan (murid Ugo Untoro) yang menggambarkan sosok Pak Kotik (Pak Mugi korban kebakaran di Museum dan Tanah Liat) sedang duduk berisitrahat dari rutinitasnya di depan bangunan M

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry menambahkan, korban tewas adalah penjaga sekaligus yang tidur di lokasi kejadian. Mugiyanto diketahui tewas usai api dapat dipadamkan.

"Damkar dan anggota Polsek Kasihan memasuki TKP, korban meninggal dunia dalam posisi terlentang," tuturnya. Jenazah korban lantas dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, dugaan sementara kebakaran Museum dan Tanah Liat berasal dari kompor yang sedang dipakai untuk memasak air. Korban tewas diduga karena terjebak di dalam ruangan itu saat terjadi kebakaran.

Ugo Untoro, seniman yang dikenal sebagai perupa saat dikonfirmasi Radar Jogja perihal musibah yang menimpa galeri dan menewaskan penjaganya, mengaku saat itu baru dalam perjalanan menuju Bantul. Ia dari mudik ke Purbalingga, Jateng. "Saya sedang di mobil ini, otw ke Bantul," ujarnya singkat.

Sementara itu, korban kebakaran Mugiyanto ternyata pernah jadi objek lukisan karya Altha Rivan, murid Ugo Untoro. Altha menggambarkan sosok Pak Kotik (Mugiyanto) sedang duduk beristirahat dari rutinitasnya di depan bangunan Museum dan Tanah Liat.

Lukisan ini dibuat secara on the spot pada Juni lalu. Berjudul Hari Kudus Orang-Orang Biasa, dengan media acrilik di atas kanvas berukuran 50x40 Cm.

"Itu saya dapat tugas lukis dari Mas Ugo. Kebetulan saya dekat dengan almarhum Pak Kotik. Jadilah beliau saya daulat jadi model. Sekitar pukul 9 pagi setelah selesai menyapu halaman museum," ujar Altha kepada Radar Jogja

Dikatakan, beberapa sketsa juga dia berikan ke almarhum Mugiyanto, sebelum kembali ke Lombok Agustus lalu. "Lukisan itu lukis on the spot di MDTL, terakhir kali saya bersua almarhum. Sekitar bulan Juni lalu," ungkap Altha. (rul/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Museum dan Tanah Liat #Seniman #Kasihan #Tirtonirmolo #museum #Ugo Untoro