BANTUL – Kementerian PUPR akan mengambil alih proyek pembangunan dan renovasi gedung sekolah di Bantul tahun depan.
Saat ini, Pemkab Bantul masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terkait pelaksanaan proyek.
Kepala Bidang (Kabid) PAUD/TK Disdikpora Kabupaten Bantul Supardi mengatakan, untuk 2025 terkait pembangunan fisik wacanannya di handel PUPR, sedangkan disdikpora hanya mengerjakan non fisik alat permainan edukatif (APE).
"Kebijakan tersebut dari pusat. Untuk TK hanya beberapa TK Negeri," kata Supardi pada Rabu (25/12/2024).
Dia menjelaskan, penyediaan APE untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.
Kemudian perbaikan fisik diharapkan bisa mewujudkan kenyamanan lingkungan sekolah demi mendukung pembelajaran yang lebih menyenangkan.
Sementara itu Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto menegaskan, kondisi bangunan sekolah di Bantul sudah saatnya dilakukan perbaikan karena faktor usia bangunan.
Masalah utama ada di atap dan plafon.
“Sebarannya merata di 17 kecamatan. Perlu perhatian segera supaya aman dan nyaman untuk siswa,” kata Nugroho.
Tak hanya soal bangunan, kebutuhan perangkat teknologi informasi (IT) juga menjadi sorotan.
Tahun depan, disdikpora terus mengusulkan untuk melengkapi laporatorium komputer sekolah.
Saat ini, jumlah komputer masih terbatas, sehingga pelaksanaan ujian seperti ASPD sering harus bergiliran.
“Tambahan unit komputer sangat membantu. Harapannya, ujian berbasis IT bisa lebih lancar tanpa harus antre sesi,” ujarnya.
Pihaknya berharap, hal tersebut membawa perubahan besar.
Bukan cuma infrastruktur, tapi juga mendukung pembelajaran modern yang nyaman dan interaktif.
"Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen kami untuk mencetak generasi emas masa depan," tegasnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin