BANTUL - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul menyiapkan sejumlah skema pelayanan untuk menghadapi momen libur Natal dan tahun baru (Nataru). Itu lantaran adanya libur dan cuti bersama pada 25-26 Desember 2024 dan 1 Januari 2025. Sejumlah layanan disesuaikan dengan adanya ketentuan tersebut.
Direktur RSUD Panembahan Senopati Atthobari mengatakan, untuk poliklinik dan rehabilitasi medik tutup pada 25-26 Desember 2024 dan 1 Januari 2025. Antisipasinya ada yang kontrolnya dimajukan ada yang dimundurkan.
Sedangkan pelayanan instalasi gawat darurat (IGD) tetap aktif 24 jam. Bersamaan dengan itu juga disiapkan tim untuk hospital disaster plan (HDP) untuk menghadapi kejadian luar biasa yang bisa saja terjadi di Bantul saat Nataru. Sedangkan untuk hemodialisa tidak ada libur sama sekali ketika cuti bersama. Kemoterapi dijadwalkan ada yang maju dan mundur sudah diatur masyarakat tidak terkendala.
"Jumlah bed saat ini kapasitasnya 290 tempat tidur," ucap Atthobari. Dari jumlah tersebut bed occupancy rate atau BOR keterisiannya masih mencapai 70 persen. Angka tersebut masih aman karena di bawah 85 persen dari kapasitas sepenuhnya. Ada sekitar 30 persen BOR yang kosong bisa diberdayakan ketika sewaktu-waktu ada kejadian luar biasa di Bantul saat Nataru.
Jumlah 290 tempat tidur itu terdiri dari berbagai macam bangsal atau ruang yang dibagi berbagai jenis rentang pasian mulai dari bayi, anak-anak dan dewasa dan jenis penyakit seperti bedah, penyakit dalam, dan kebidanan. "Kejadian-kejadian akhir tahun ini kecenderungannya agak meningkat seperti lebaran karena mobilitas masyarakat," sambungnya.
Oleh karena itu, kesiapannya harus disiagakan agar penanganannya tepat dan sesuai. Atthobari menyebut, dalam satu hari ada sekitar 600 petugas yang disiagakan. Itu mulai dari manajemen, tenaga medis, dan perawat.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Panembahan Senopati Budi Nur Rokhmah menambahkan, dalam setahun terakhir ini ada 10 besar penyakit rawat inap (ranap) dan rawat jalan (ralan). Bahkan, 10 penyakit ini menjadi yang mendominasi selama hampir 2024 ini.
Pertama pneumoni atau infeksi jaringan paru sebanyak 559 kunjungan senpanjang 2024. Posisi kedua ceder kepala atau gegar otak mencapai 349 kunjungan. Ketiga gagal ginjal kronis sampai 315 kunjungan.
Keempat penyakit infeksi bakteri 286, kelima bronchopneumonia atau infeksi paru dan percabangan paru 270, keenam radang perut dan saluran cerna 219, stroke 217, batu ureter 206, gagal jantung kongestif 199 dan diabetes melitus tidak tergantung insulin sebanyak 178 kunjungan.
Untuk 10 besar penyakit ralan terdiri dari hipertensi mencapai 15.541 kunjungan. Nekrosis pulpa 7.221, dispepsia (radang lambung) 5.776, gigi impaksi 2.721, pulpitis (radang pulpa) 1.874, trauma 1.686, karies gigi 679, impaksi cerumen telinga 633, rhinitis kronis 453 dan otitis eksterna atau radang telinga luar sebanyak 365 kunjungan. (rul/din).
Editor : Din Miftahudin