BANTUL - Gagal menduduki kursi wakil bupati Bantul, kini Wahyudi Anggoro Hadi menyibukkan diri menjadi peternak kambing.
Wahyudi, sapaan akrabnya, merupakan calon wakil bupati Bantul mendampingi Untoro Hariadi dalam kontestasi Pilkada 2024.
Pasangan Untoro-Wahyudi kalah telak dari dua pasangan calon (paslon) lainnya, yakni Abdul Halim Muslih-Aris Suharyanta dan Joko Purnomo-Rony Wijaya Indra Gunawan.
Berdasarkan Keputusan KPU Bantul Nomor 731 tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul Tahun 2024, paslon ini hanya memperoleh 80.917 suara atau sekitar 15,23 persen.
Sementara pasangan Halim-Aris unggul dengan perolehan 230.819 suara atau sebanyak 43,45 persen.
Kemudian disusul Joko-Rony dengan suara 219.471 atau 41,32 persen.
Wahyudi pun tak berkecil hati menjadi peternak kambing.
Dia mengaku jadi jurkan alias juragan kambing dan telah mendirikan lokasi peternakan di dua lokasi. Yakni, di wilayah Palbapang dan wilayah Piyungan, Kabupaten Bantul.
"Totalnya ada sekitar 150 ekor kambing," ungkap Wahyudi yang juga mantan lurah Panggungharjo, Sewon, Bantul pada Kamis (19/12/2024).
Wahyudi mengungkapkan, keputusan untuk berternak kambing sudah diinisiasi sejak lama.
Hanya saja baru dia wujudkan pasca tidak terpilih menjadi orang nomor dua di Bumi Projotamansari.
Meski usahanya terbilang masih awal, Wahyudi serius menapaki bisnis ini.
Bahkan berusaha mengepakkan sayap bisnisnya dengan menambah lokasi peternakan, yakni di Kweni, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
"Tapi masih rencana," sambungnya.
Bisnis ini dia lakoni, harapannya kambing-kambing ternaknya dapat memenuhi kebutuhan daging di Kabupaten Bantul yang notabene terkenal dengan sate klataknya yang khas.
Panen kambing, katanya, baru terealisasi pada 10 Januari 2025 nanti.
Sekarang ini masih dalam masa budidaya yang berlangsung selama 60 hari.
"20 hari lagi lah kira-kira," tuturnya.
Panenan ini tentunya akan menjadi omset pertamanya berbisnis kambing.
Sementara Untoro, gagal meraih kursi bupati Bantul, ia kembali pada fitrahnya sebagai pengajar perguruan tinggi.
Yakni dosen di Universitas Janabadra Yogyakarta.
"Saya kembali ke kampus, sudah lupa dengan Pilkada Bantul 2024," tegasnya.
Demikian juga dengan Rony Wijaya Indra Gunawan, kini kembali disibukkan dengan gurita bisnisnya. Yakni, sebagai pengusaha properti.
Kendati demikian Rony tak patah arang meski suaranya kalah dengan Halim-Aris dalam coblosan Pilkada 27 November 2024 lalu.
Baca Juga: Bupati Gunungkidul Sunaryanta Pecat ASN yang Terlibat Korupsi
Dia menargetkan 2029 bisa maju lagi entah sebagai Caleg atau apapun itu yang dapat mewakili masyarakat.
Cawabup nomor urut tiga itu harus merelakan kursi DPRD Bantul 2024-2029 yang diraihnya usai memutuskan ikut kontestasi Pilkada Bantul 2024.
"Basic saya kan pengusaha properti, menggeluti ini (bisnis properti, Red)," tandasnya. (rul)
Editor : Meitika Candra Lantiva