BANTUL - Memasuki hari kelima, korban tenggelam di Sungai Belik, Wonokromo, Pleret, Bantul masih belum ditemukan. Proses pencarian balita Aleena Nu'ma Syahda terkendala tingginya debit air sungai.
"Kendala utama di lapangan musim hujan debit air tinggi kadang banjir," beber Kasi Ops SAR Distrik Bantul Bondan Supriyanto Rabu (18/12/2024).
Baca Juga: Bakal Ada Lonjakan Mobilitas saat Nataru, Dishub Bantul Lakukan Ramp Check Puluhan Kendaraan
Hujan deras, lanjutnya, memang terjadi di wilayah utara DIY. Namun lokasi Bantul yang berada di selatan, menerima limpahan air dari utara.
Saat ini, bahkan 250 personel turut dikerahkan. Seluruh petugas gabungan ini dibagi ke dalam tujuh tim search and rescue unit (SRU).
Baca Juga: Jalan Bergelombang, Pikap Pengangkut Udang Oleng hingga Terguling di Tugu Pensil,, Kulon progo
Sementara itu, Humas Basarnas DIY Pipit Eriyanto menambahkan, air sungai yang keruh dan arus deras mempersulit pencarian. "Ditambah area pencarian yang cukup luas semakin sulit menemukan korban," tuturnya.
Pencarian pun sudah dilakukan sampai Jembatan Kretek. Namun hasilnya masih nihil. "Tempuran Opak Oyo pun dilakukan pencarian dan masih nihil," beber Pipit.
Pencarian masih terus dilakukan sampai sepekan pascakejadian. Pipit mengaku, Basarnas DIY terus mengupayakan agar korban dapat ditemukan.
Diketahui, korban terseret arus sejak Sabtu (14/12/2024) saat bermain di tepi Sungai Belik. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita