Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terperosok ke Gorong-Gorong di Sedayu Bantul, Pejalan Kaki Ditemukan Tewas Setelah Terseret Arus

Gregorius Bramantyo • Senin, 16 Desember 2024 | 21:26 WIB

Proses evakuasi korban yang hanyut ke dalam saluran air di Sedayu, Bantul, Senin (16/12/2024).
Proses evakuasi korban yang hanyut ke dalam saluran air di Sedayu, Bantul, Senin (16/12/2024).
BANTUL, RADAR JOGJA - Seorang pejalan kaki yang terperosok dan hanyut masuk ke gorong-gorong di Sedayu, Bantul ditemukan meninggal pada Senin (16/12/2024).

Korban bernama Parjono, 53, ditemukan tewas setelah terperosok ke dalam saluran air di Jalan Yogya-Wates Km 10, Argorejo, Sedayu, Bantul pada Minggu (15/12/2024) petang.

Korban ditemukan dan berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yakni kepolisian, Basarnas, Polairud, SAR, dan relawan setempat.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat genangan banjir yang mengakibatkan korban jatuh ke dalam saluran air.

Kecelakaan bermula pada Minggu (15/12/2024) sore sekitar pukul 17.45 WIB.

Diduga tak mengetahui adanya gorong-gorong, korban pun terjerembab. Salah satu saksi sempat melihat korban melangkahkan kakinya yang akhirnya korban jatuh masuk dalam saluran air tersebut.

Warga setempat sempat melakukan pertolongan pertama. Namun derasnya arus air membuat tubuh korban hanyut dengan cepat. Ditambah lagi kondisi gorong-gorong yang sepenuhnya tertutup

“Korban terpeleset dan jatuh ke dalam saluran air yang terletak di depan PLN Sedayu. Saksi mata yang melihat kejadian itu langsung melaporkan ke Polsek Sedayu,” katanya, Senin (16/12/2024).

Pencarian dimulai pada Senin (16/12/2024) pukul 08.30 WIB dengan menggunakan alat berat dari PT ADP Sedayu untuk membuka penutup saluran air. Setelah saluran terbuka, dua anggota tim SAR masuk untuk mencari korban.

Pada pukul 09.05 WIB, korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi. Korban kemudian dibawa ke mobil ambulans Kalurahan Argorejo untuk diidentifikasi.

Korban diketahui adalah warga Mulyakencana, Tulang Bawang Tengah, Lampung. “Terdapat luka lecet pada bagian pelipis mata kiri yang diduga akibat terseret arus air deras,” jelas Jeffry.

Humas Kantor Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto menjelaskan, sebelum kejadian, korban berjalan kaki dari arah barat ke timur.

Lalu terjerembab karena tidak tahu ada lubang gorong-gorong.

“Kejadiannya Minggu sore mendekati maghrib. Saat itu memang hujan deras dan debit air gorong-gorong naik,” ujarnya.

Dia menuturkan, proses pencarian korban dilakukan oleh tim SAR gabungan yang membagi tugas menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat evakuasi.

Tim SRU 1 melakukan pembongkaran gorong-gorong dengan menggunakan alat berat (excavator).

Sementara SRU 2 menyusuri aliran gorong-gorong untuk mencari keberadaan korban.

“Korban ditemukan 100 meter dari lokasi kejadian,” ungkapnya.

Kapolsek Sedayu AKP Jarwanto mengatakan, luapan air dengan ketinggian betis orang dewasa kerap terjadi saat hujan lebat.

Dia menyebut, luapan air sangat berbahaya bagi pengguna jalan karena ruas jalan tertutup sepenuhnya.

Untuk itu, dia berharap peristiwa ini mendapat perhatian dari instansi terkait.

“Kalau hujan deras, jalan tertutup sepenuhnya lalu terjadi penyempitan karena kendaraan berjalan ke tengah. Tidak terlihat ada lubang, rawan terjadi kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan air," katanya. (tyo)

 

Editor : Bahana.
#sedayu bantul #pejalan kaki #Yogyakarta #gorong gorong #polres bantul #DIY