Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peresmian Balai Pertemuan dan Tebar Bibit Lele Desa Maritim Poncosari Pasar Terbuka, Berdayakan Warga, dan Tumbuhkan Perekonomian

Khairul Ma'arif • Jumat, 13 Desember 2024 | 16:30 WIB
SISTEM KOCOR: Bersamaan dengan peresmian balai pertemuan, diadakan tebar bibit lele Desa Maritim Poncosari, Srandakan, Bantul, kemarin (12/12).  Pembudidayaan lele mendapatkan dukungan dana keistimewa
SISTEM KOCOR: Bersamaan dengan peresmian balai pertemuan, diadakan tebar bibit lele Desa Maritim Poncosari, Srandakan, Bantul, kemarin (12/12).  Pembudidayaan lele mendapatkan dukungan dana keistimewa

 

 

BANTUL - Kalurahan Poncosari, Srandakan, Bantul mendapatkan bantuan keuangan khusus (BKK) dari Dana Keistimewaan Tahun Anggaran (TA) 2024. Nilainya sebesar Rp 750 juta. BKK itu diperuntukan membangun balai pertemuan dan pemberdayaan budi daya lele sistem kocor. Lokasinya berada di Padukuhan Godegan, Poncosari. Peresmian balai pertemuan bersamaan dengan tebar lele BKK Desa Maritim.

Pembudidayaan lele diinisiasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Poncosari. Ada sebanyak 24 kolam yang digunakan. Setiap kolam memiliki berdiameter 3 meter. “Satu kolamnya ditebar lima hingga enam ribu bibit lele,” ujar Ketua BUMDes Poncosari Aris Ardiyanto di sela acara Kamis (12/12).

 Menurut Aris, di Poncosari ada sekitar 400-an kolam, termasuk yang ada di Padukuhan Godegan. Kolam tersebut sebagian dikembangkan Kelompok Pathil Berkah Jaya yang bekerja sama dengan BUMDes Poncosari.

Mayoritas kolam di Poncosari membudidaya ikan lele. Pertimbangannya karena dapat memberdayakan warga, dan menumbuhkan perekonomian. Dari analisa usaha kolam yang sudah beroperasi,  budi daya ikan lele dinilai cukup prospektif. Pangsa pasarnya juga terbuka luas.

Berdasarkan pengalaman 1000 ekor bibit lele setelah dibudidayakan dan layak jual, bisa mendapat keuntungan bersih antara Rp 400 ribu sampai dengan Rp 450 ribu.  Ikan lele yang dikelola BUMDes Poncosari nantinya setiap Rp 500 per kilogram digunakan untuk kegiatan sosial. Tujuan dalam rangka ikut membantu warga Godegan.

“Dana keistimewaan sangat membantu kegiatan kami dan berkembangnya usaha kolam lele ini,” kata Aris. Ke depan setelah lele,  akan dibudidayakan jenis ikan lainnya seperti nila dan gurami.

Dalam peresmian itu hadir Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Suwarto. Dia menjelaskan, sampai sekarang ada 34 desa maritim yang tersebar di Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. “Khusus Bantul ada lima desa maritim. Dengan dukungan dana keistimewaan, Desa Maritim bertujuan unuk pengembangan bidang kelautan dan perikanan.

Sesuai potensinya Desa Maritim Poncosari mengembangkan budi daya lele. Dengan adanya Desa Maritim Poncosari diharapkan ada kegiatan pembenih ikan atau unit pembenihan rakyat.

Diingatkan, ketika produknya sudah melimpah, tidak semuanya dijual secara segar. Sebagian lele hasil panen warga dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan ibu-ibu. Diolah menjadi makanan olahan berbahan dasar lele seperti abon. (rul/kus)

 

Editor : Heru Pratomo
#dinas kelautan dan perikanan #BUMDes #kocor #Bantul #Poncosari #budidaya lele