Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuki Musim Penghujan, Kekeringan Dlingo dan Imogiri Mulai Teratasi

Khairul Ma'arif • Senin, 9 Desember 2024 | 09:30 WIB

 

Baru memasuki musim penghujan, beberapa daerah di DIJ pekan lalu sudah diterpa bencana hidrometeorologi seperti puting beliung
Baru memasuki musim penghujan, beberapa daerah di DIJ pekan lalu sudah diterpa bencana hidrometeorologi seperti puting beliung

BANTUL - Kapanewon Dlingo dan Imogiri menjadi wilayah langganan kekeringan saat musim kemarau. Namun kondisi ini mulai teratasi memasuki musim penghujan.

Plt Panewu Dlingo Marji Hidayat mengatakan, curah hujan yang turun sudah cukup untuk menyimpan air tanah. Seperti di wilayah Jatimulyo, Gayam, dan sekitarnya. “(Wilayah ini, Red) rutin kekeringan setiap tahunnya," katanya Minggu (8/12/2024).

 Baca Juga: Musduk dan Muskal Jadi Cara Mutakhirkan Data Kemiskinan Kabupaten Sleman

Menurutnya, ke depan di masing-masing kalurahan sudah dianggarkan pos penanggulangan bencana, termasuk kekeringan. Namun, dia enggan membeberkan besaran nilai anggarannya karena sekarang masih dalam proses perencanaan. "Diharapkan pos di masing-masing kalurahan bisa menyelesaikan kekeringan di Dlingo sepenuhnya," ucapnya.

Sementara itu, Panewu Imogiri Slamet Santosa menambahkan, kini sudah tidak ada laporan kekeringan di wilayahnya. Namun, itu bukan berarti persoalan kekeringan selesai.

 Baca Juga: Budi Waljiman Terpilih Menjadi Ketua Alumni BOSA Bersatu Periode 2024-2027 Gantikan GKR Mangkubumi

Sebab masyarakat di Imogiri dan Dlingo, tidak sepenuhnya bisa menyimpan air dengan baik. Terlebih yang berada di kawasan perbukitan dan kondisi tanah bebatuan. Membuat pemasangan pompa sumber penggalian tidak sama seperti sumur pada umumnya. "Seperti di Kalidadap Imogiri memang keterbatasan sumber mata air," ucap Slamet.

Selain itu, di Padukuhan Pelemadu juga mengalami hal serupa. Bahkan air terkadang keruh dan berwarna kecokelatan. Berbau besi dan sedikit asin. Dia menilai, itu karena akibat intrusi air Sungai Opak.

 Baca Juga: Dari Royal Orchestra hingga Sport Tourism, Ada Lebih dari 70 Agenda Wisata di DIY selama 2025

Slamet mengungkapkan, ke depan akan dilakukan pemberdayaan masyarakat dalam mengelola dan mencukupi kebutuhan air bersih secara swadaya. Nantinya dibentuk kelompok pengelolaan air bersih berbasis masyarakat Yogyakarta (Pamaskarta). "Kami akan dampingi dan bina secara komprehensif dan berkelanjutan," ungkapnya.

 

Menurutnya, ada bantuan pompanisasi dan pembangunan sumur dalam serta sambungan rumah. Anggaranya bersumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (DPMK) Bantul. Namun saat ini masih menunggu turunnya anggaran. (rul/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dlingo #Kekeringan #wilayah #perbukitan #air tanah #curah hujan #perencanaan #kalurahan #gayam #penanggulangan bencana #Musim penghujan #jatimulyo #Air #kapanewon #langganan #musim kemarau #pos #Imogiri #tanah